Detik.com News
Detik.com

Senin, 06/05/2013 09:35 WIB

Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 3
Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah Supandi (ist.)
Jakarta - Kasus eksekusi Suno Duadji bak sinetron. Setelah melalui perdebatan pepesan kosong, Susno akhirnya menyerahkan diri ke Lapas Cibinong.

Eksekusi yang berlarut-larut itu sangat disayangkan oleh Dr Supandi. Berikut wawancara detikcom dengan hakim agung di kamar Tata Usaha Negara (TUN) Mahkamah Agung (MA) ini, Senin (6/5/2013):

Apa bisa dijelaskan, soal hasil riset Bapak?

Penelitian saya di Medan untuk disertasi saya tahun 2005. Ternyata --kita sudah membentuk Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)-- kok putusan pengadilan seolah-olah tidak dipatuhi. Kemudian timbul komentar bermacam-macam di masyarakat, sehingga muncul stigma di masyarakat, PTUN ibarat macan ompong, menang di atas kertas, tapi tidak dilaksanakan

Siapa yang salah dalam kasus tersebut?

Setelah saya teliti, yang salah bukan pengadilannya, bukan UU-nya, tetapi yang salah adalah kualitas budaya hukum aparatur negara kita yang masih sangat memprihatinkan.

Bagaimana solusi ke depan?Next

Halaman 1 2 3

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%