detikcom
Senin, 06/05/2013 09:07 WIB

Diserang Israel, Suriah: Ini Deklarasi Perang!

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Salah satu lokasi yang diserang Israel (EPA/CNN)
Damaskus - Serangan udara yang kembali dilancarkan Israel ke wilayah Suriah menuai protes keras dari rezim Presiden Bashar al-Assad. Suriah menganggap serangan Israel ini sebagai deklarasi perang di antara kedua negara.

"Ketika mereka (Israel) menyerang, ini merupakan deklarasi perang. Ini bukan hal baru," tegas Wakil Menteri Suriah, Faisal al-Mekdad dalam wawancara eksklusif kepada CNN, Senin (6/5/2013).

Lebih lanjut, Mekdad menyatakan, Suriah akan melakukan serangan balasan terhadap Israel. Namun dia tidak menyebutkan serangan balasan seperti apa yang mereka maksudkan.

"Kami pernah mengalami kondisi seperti ini beberapa kali, dan kami membalasnya seperti yang kami inginkan, dan pembalasannya selalu menyakitkan bagi Israel dan mereka akan menderita lagi," ucap Mekdad.

Mekdad menilai, serangan yang dilakukan Israel tersebut justru menunjukkan adanya aliansi antara Israel dengan kelompok teroris Islam. Dalam serangan yang dilancarkan Minggu (5/5) dini hari, Israel menargetkan roket-roket buatan Iran yang dicurigai akan dikirimkan kepada kelompok Hisbullah, yang bermarkas di Libanon.

Sementara itu, beberapa saat usai rapat kabinet, Menteri Informasi Suriah Omran al-Zoubi menyampaikan tanggapan pemerintah melalui televisi nasional Suriah. Dalam pernyataannya, Omran menyebutkan, serangan Israel ini telah 'membuka lembar segala kemungkinan', tanpa menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataannya.

Di sisi lain, serangan Israel ini menuai kecaman sejumlah pihak, terutama Liga Arab. Mereka menyerukan agar Dewan Keamanan PBB segera bertindak menangani insiden ini.

Menanggapi berbagai kecaman, Israel belum memberikan komentarnya. Militer Israel tidak membantah maupun membenarkan serangan udara ke wilayah Suriah. "Kami tidak mengomentari laporan semacam ini," ucap perwakilan militer Israel.

Serangan pada Minggu dini hari ini, merupakan serangan kedua Israel ke Suriah selama dua hari terakhir. Pada Jumat (3/5) lalu, Israel juga melancarkan serangan udara dengan mengebom sasaran di Suriah yang disebut sebagai konvoi rudal untuk Hizbullah.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%
MustRead close