Senin, 06/05/2013 07:59 WIB

Oposisi tuding ada kecurangan di Pemilu Malaysia

BBCIndonesia.com - detikNews
Anwar Ibrahim

Aliansi oposisi Pakatan Rakyat yang dipimpin Anwar Ibrahim kembali kalah dalam pemilu Malaysia.

Aliansi oposisi, Pakatan Rakyat menuding terjadi banyak kecurangan sebelum dan selama pemilu di Malaysia.

Pemimpin aliansi oposisi, Anwar Ibrahim menyampaikan tudingan itu tidak lama setelah hasil sementara yang menunjukan kemenangan partai berkuasa, Barisan Nasional diketahui tengah malam tadi.

Hasil sementara hingga tengah malam tadi memperlihatkan koalisi partai penguasa itu meraih 126 kursi melebihi batas minimum 112 kursi dari 222 kursi parlemen yang diperebutkan, sementara aliansi oposisi Pakatan Rakyat, memperoleh 77 kursi.

Anwar dalam pernyataannya kepada media menuding otoritas penyelenggara pemilu melakukan kecurangan yang luas dan mempengaruhi hasil pemilu kali ini.

"Ini adalah pemilu yang menurut pertimbangan kami berlangsung curang dan komisi pemilihan umum telah gagal," kata Anwar dalam konfrensi pers yang berlangsung selepas tengah malam tadi.

Tinta pemilu

Tuduhan kecurangan ini telah muncul ke permukaan sebelum pemilu berlangsung.

Sejumlah pemilih mengatakan kepada BBC News bahwa tinta pemilu yang digunakan cukup mudah dibersihkan padahal daya tahan tinta tersebut harusnya mencapai beberapa hari untuk menandai apakah seseorang sudah memberikan hak suaranya atau belum.

Kelompok oposisi juga menuding pemerintah membiayai sejumlah pendukungnya untuk terbang ke beberapa daerah pemilihan strategis.

Tudingan terakhir telah tegas dibantah oleh pemerintah.

Laporan kecurangan lainnya disampaikan oleh lembaga independen pemantau hasil pemilu, Merdeka Center, mereka juga mendapatkan laporan yang belum bisa dikonfirmasi soal adanya sejumlah warga asing yang diberikan identitas baru dan diperkenankan untuk memilih.

Sementara itu Human Rights Watch mengatakan ada sejumlah rencana yang sengaja disusun untuk melawan media independen menjelang pemilu.

Laporan mengatakan kebanyakan media yang terbit secara konvensional di Malaysia mempunyai keterkaitan dengan pemerintah sehingga partai oposisi mengandalkan media di internet untuk menyampaikan pesan mereka.

Pesan Najib

Wartawan BBC Indonesia di Kuala Lumpur, Liston Siregar melaporkan Perdana Menteri Najib Razak yang sudah menyampaikan pidato atas kemenagan Barisan Nasional mengatakan perlunya rekonsiliasi nasional setelah ketegangan selama pemilihan umum yang disebut sebagai yang paling ketat sepanjang sejarah Malaysia.

Pemilu Malaysia

Warga dilaporkan antusias dalam memberikan hak suaranya pada pemilu kali ini.

"Kami harus menunjukkan kepada dunia internasional bawah Malaysia memiliki demokrasi yang dewasa dan keputusan rakyat harus dihormati," katanya.

Perdana Menteri Najib Razak, yang bertarung di daerah pemilihan Pekan, Pahang, menang mutlak dengan 51.278 suara sementara calon dari kubu oposisi Pakatan Rakyat yang diwakili calon Partai Keadilan Rakyat, Mohd Fariz Musa, hanya meraih 15.665.

Namun Barisan Nasional kalah di di wilayah pemilihan bergengsi Lembah Pantai, di pinggiran Kuala Lumpur yang kembali direbut Nurul Izzah Ibrahim dari partai oposisi Partai Keadilan Rakyat.

Nurul meraih 31.008 suara dan mengalahkan Datuk Raja Nong Chik yang hanya meraih 29.161 suara dengan selisih suara 1.847.

Dalam pemilihan 2008 lalu, Barisan Nasional untuk pertama kali kehilangan mayoritas 2/3 suara di parlemen karena hanya menguasai 140 kursi sementara Pakatan Rakyat merebut 80 kursi.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%