detikcom
Senin, 06/05/2013 03:02 WIB

Menduga Ada Kecurangan, Anwar Ibrahim Tolak Hasil Pemilu Malaysia

Mega Putra Ratya - detikNews
Anwar Ibrahim (Foto: thestar.com)
Jakarta - Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menolak hasil pemilu yang memenangkan Barisan Nasional. Anwar meminta KPU menjelaskan dugaan kecurangan yang dilakukan kubu Najib Razak dalam pemilu kali ini.

"Itu tidak adil untuk mengharapkan kita untuk membentuk keputusan terutama berdasarkan hasil pemilihan yang dianggap curang. Kami tidak menerima itu tanpa alasan," ujar Anwar Ibrahim dalam jumpa pers seperti dikutip thestar.com, Senin (6/5/2013).

Anwar mengaku telah dibeberkan sejumlah bukti kecurangan yang tertangkap oleh kamera. Bukti itu menunjukan kecurangan yang dilakukan oleh Barisan Nasional.

Anwar menolak berkomentar mengenai pernyataan sebelumnya yang menyebutkan Pakatan Rakyat akan memenangkan pemilu. Dia akan menunggu hasil resmi dari KPU untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Meski menolak hasil pemilu, Anwar meminta kepada para pendukungnya untuk tetap tenang. "Bagaimanapun, mereka harus menyuarakan protes mereka dengan suara yang keras. Tapi tidak melakukan apapun yang dapat menyebabkan ketidakstabilan,"ungkapnya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(mpr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%