detikcom
Senin, 06/05/2013 03:02 WIB

Menduga Ada Kecurangan, Anwar Ibrahim Tolak Hasil Pemilu Malaysia

Mega Putra Ratya - detikNews
Anwar Ibrahim (Foto: thestar.com)
Jakarta - Pemimpin oposisi Anwar Ibrahim menolak hasil pemilu yang memenangkan Barisan Nasional. Anwar meminta KPU menjelaskan dugaan kecurangan yang dilakukan kubu Najib Razak dalam pemilu kali ini.

"Itu tidak adil untuk mengharapkan kita untuk membentuk keputusan terutama berdasarkan hasil pemilihan yang dianggap curang. Kami tidak menerima itu tanpa alasan," ujar Anwar Ibrahim dalam jumpa pers seperti dikutip thestar.com, Senin (6/5/2013).

Anwar mengaku telah dibeberkan sejumlah bukti kecurangan yang tertangkap oleh kamera. Bukti itu menunjukan kecurangan yang dilakukan oleh Barisan Nasional.

Anwar menolak berkomentar mengenai pernyataan sebelumnya yang menyebutkan Pakatan Rakyat akan memenangkan pemilu. Dia akan menunggu hasil resmi dari KPU untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Meski menolak hasil pemilu, Anwar meminta kepada para pendukungnya untuk tetap tenang. "Bagaimanapun, mereka harus menyuarakan protes mereka dengan suara yang keras. Tapi tidak melakukan apapun yang dapat menyebabkan ketidakstabilan,"ungkapnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mpr/mpr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%