Minggu, 05/05/2013 15:02 WIB

Pesta Ganja di Pulau Seribu, 15 Wisatawan Ditangkap Polisi

Septiana Ledysia - detikNews
Ilustrasi
Jakarta - Sebanyak 15 wisatawan ditangkap polisi karena berpesta ganja. Dari penangkapan polisi menyita 4 linting ganja.

"Tadi pagi pukul 01.00 WIB kami terima informasi dari warga bahwa mereka pesta ganja," ujar Kanit Reskrim Polsektro Kepulauan Seribu Selatan, Ipda Anwar Susanto saat dikonfirmasi, Minggu (5/5/2013).

Anwar mengatakan, lokasi penangkapan di kawasan 05/03, Kelurahan Pulau Tidung. Dan 15 wisatawan tersebut merupakan warga Tanjungpriok, Jakarta Utara.

"Kita amankan empat linting ganja ditempat kejadian dari para wisatawan tersebut," ujarnya.

Selain ke-15 wisatawan, polisi juga mengamankan dua orang pemandu wisata. Mereka sudah diamankan di Markas Transit.

"Pemandu wisatanya masih berstatus saksi. Mereka kami bawa ke Markas Transit di Kalibaru untuk proses lebih lanjut," imbuh Anwar.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
83%
Kontra
17%