Detik.com News
Detik.com
Minggu, 05/05/2013 13:52 WIB

Parpol Harus Tawarkan Capres Alternatif, Jangan Muka Lama!

Ferdinan - detikNews
Parpol Harus Tawarkan Capres Alternatif, Jangan Muka Lama! foto: detiksurabaya
Jakarta - Partai politik harus berani mengajukan tokoh alternatif sebagai calon presiden 2014 bukan tokoh 'wajah lama'. Parpol harus berani menerapkan sistem konvensi untuk melibatkan publik memilih bakal capres yang akan diusung.

"Seharusnya ini jadi pekerjaan bagi parpol, jangan sampai itu-itu lagi 'menunya'," kata pengamat hukum tata negara Irman Putra Sidin dalam rilis hasil survei bertajuk Mencari Kandidat Alternatif 2014: 10 Figur Potensial dari Daerah di Hotel Morrissey, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (5/5/2013).

Parpol wajib melakukan rekrutmen bakan capres dengan cara terbuka dan demokratis. Ini penting agar bakal capres yang diusung sudah memiliki dukungan dari masyarakat.

"Tokoh-tokoh daerah juga diberikan akses untuk menjadi pemimpin. Diwajibkan parpol merekrut pasangan calon secara tidak tertutup," ujar Irman.

Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda menambahkan, sistem konvensi tepat dilakukan untuk menjaring bakal capres yang kompeten dan mendapat dukungan masyarakat.

"Berharap kesadaran partai, ada revisi UU Pilpres, parpol wajib dipaksa konvensi melibatkan publik dalam tahapan seleksi," tuturnya.

Hasil survei Pol-Tracking Institue mengadakan survei terkait tokoh daerah yang potensial menjadi capres. Para tokoh dinilai dari sepuluh aspek yang mencakup kompetensi dan akseptabilitas.

Berikut skor total 10 figur terbaik hasil survei Pol-Tracking Institute:

1. Jokowi (82,54 persen)
2. Tri Rismaharini/Walkot Surabaya (76,33)
3. Fadel Muhammad/Eks Gubernur Gorontalo (70,38)
4. Syahrul Yasin Limpo/ Gubernur Sulsel (70,31)
5. Isran Noor/Bupati Kutai Timur (70,14)
6. Gamawan Fauzi/Eks Gubernur Sumbar (70,01)
7. Agustin Teras Narang/Gubernur Kalteng (69,93)
8. Herry Zudianto/Wali Kota Yogyakarta (69,78)
9. Sinyo Harry Sarundajang/Gubernur Sulut (68,39)
10. Djarot Syaiful Hidayat/Wali Kota Blitar (68,38)


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%