detikcom

Minggu, 05/05/2013 11:00 WIB

Penyerangan Kepada Kelompok Ahmadiyah di Tasikmalaya Berlangsung Cepat

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Salah satu jemaat Ahmadiyah Tasikmalaya, Khosim (60), warga Kampung Wanasigra, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawau, mengisahkan detik-detik penyerangan yang terjadi Minggu dini hari. Penyerangan berlangsung cepat, rumah dan tempat ibadah kelompok Ahmadiyah hancur dirusak massa.

Saat peristiwa terjadi, Khosim tengah tertidur lelap. Dia terjaga dari tidurnya karena mendengar suara keras menyerupai ledakan bom.

"Kejadiannya sekitar pukul 01.30 WIB saat itu saya sedang tertidur, tiba-tiba terdengar bunyi seperti bom, begitu saya lihat kedepan ternyata ada ratusan orang yang melemparkan batu," ujar Khosim saat dihubungi, Minggu (5/5/2013).

Khosim yang ketakutan, langsung berupaya melarikan diri melalui pintu belakang rumahnya. "sekitar 5 menit kemudian begitu kondisi aman saya mencoba melihat ke depan, dan di depan gerbang berserakan batu-batu bahkan ada yang sebesar buah kelapa," tuturnya.

Dia mengatakan, saat penyerangan terjadi dia melihat sejumlah aparat polisi yang menjaga di sekitar pemukiman Ahmadiyah. Namun, massa tetap saja melakukan perusakan dengan melempari batu-batu ke arah pemukiman jemaat Ahmadiyah.

"Karena kalah banyak dengan massa yang menyerang, personil keamanan ikut berlindung," kata Khosim

Usai melakukan aksi perusakan kurang lebih 5 menit, para kelompok penyerang langsung membubarkan diri. Dia menduga para penyerang mendatangi lokasi dengan berjalan kaki, tidak menggunakan kendaraan. Jarak lokasi penyerangan dengan jalan utama berjarak 600 meter, melewati Kampung Citeguh.

Jemaat Ahmadiyah lainnya, Munawarman, mengatakan massa yang sebelumnya merusak pemukiman warga Ahmadiyah di Tenjowaringin, melanjutkan aksi perusakannya di Kampung Citeguh. Satu mesjid di Kampung Citeguh mengalami kerusakan cukup parah.

"Setelah melampiaskan emosi mereka pulang melewati pemukiman warga di Kampung Citeguh, Saat itu mesjid Baitusubhan habis dirusak oleh massa dan hampir saja dibakar oleh massa," kata Munawarman,

Munawarman mengatakan hingga saat ini pihaknya masih belum bisa mendata jumlah kerugian akibat peristiwa tersebut. Pihaknya tengah fokus dalam menjaga dan memperbaiki kondisi rumah warga yang hancur akibat peristiwa penyerangan semalam.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(edo/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%