Detik.com News
Detik.com
Minggu, 05/05/2013 08:45 WIB

Perbudakan di Tangerang, Komnas HAM: Kasus Ini Menampar Wajah Menakertrans

Andri Haryanto - detikNews
Perbudakan di Tangerang, Komnas HAM: Kasus Ini Menampar Wajah Menakertrans foto: Komnas HAM/Siane Indriani
Jakarta - Praktik dugaan perbudakan yang terjadi di sebuah pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, sontak membuat geger. Kasus yang ada tidak jauh dari pusat kekuasaan pemerintah ini seolah menampar wajah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

"Saya speechless, sangat menyesalkan dan dengan kasus ini seolah menampar wajah Menaker sendiri," kata Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (5/5/2014) dini hari.

Praktik yang dinilai tidak manusiawi ini, ujar Siane, terjadi di tengah masyarakat modern. Terlebih lagi lokasi kejadian tidak begitu jauh dari pusat pemerintahan, dimana seharusnya para pengawas ketenagakerjaan mengetahui adanya praktik di pabrik kuali.

"Ini menampar muka para birokrat. Seharusnya Kemenakertrans tahu dengan adanya kasus seperti ini dan bisa mendeteksi sejak dini," katanya.

"Saya melihat ada kejanggalan dan kesengajaan, seolah-olah mereka menutup mata atas kasus human trafficking dn kerja paksa yang sangat memilukan terjadi di Tangerang yang tidak jauh dari ibu kota," imbuh Siane.

Berdasarkan pemantauan Siane di lapangan dari wawancara berbagai korban, rata-rata para pekerja yang disekap dan dipaksa bekerja secara tidak layak itu berpendidikan rendah. Mereka diiming-imingi calo pekerja untuk bekerja di Tangerang dengan gaji Rp 700 ribu sebulan. Namun kenyataannya, para pekerja tersebut diperlakukan tidak manusiawi.

Saat penggerebekan yang dilakukan Polda Metro Jaya dibantu Polresta Tangerang, para buruh mengenakan pakaian yang sudah tidak layak, serta kondisi badan buruh nampak tidak sehat dan juga tidak terawat, rambut coklat, kelopak mata gelap, berpenyakit kulit seperti kurap dan gatal-gatal.

"Polisi harus mengungkap sudah berapa lama pabrik tersebut beroperasi dan apakah ada korban sebelum pengungkapan yang sekarang," ujarnya.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%