detikcom
Minggu, 05/05/2013 07:55 WIB

Polisi: Pemilik Pabrik Kuali yang Sekap dan Siksa Puluhan Buruh Arogan

Andri Haryanto - detikNews
foto didapatkan dari komisioner Komnas HAM Siane Indriani
Tangerang - Keberadaan pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, sempat mendapat perhatian warga dan kepolisian setempat. Meski sempat ditegur aparat, namun pemilik pabrik tidak menerima teguran tersebut.

"Polsek sudah pernah memberikan teguran, tapi dari tersangka pemilik usaha tidak mau menerima, ngeyel, bahasanya arogan," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Shinto Silitonga, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (4/5/2013).

Teguran tersebut, terang Shinto, terkait dengan keberadaan pabrik yang tidak memiliki izin dan mendapatkan komplain dari masyarakat sekitar. Selain itu, beberapa masyarakat melihat adanya dugaan tindak kekerasan yang dilakukan pengelola pabrik kuali terhadap karyawannya.

"Dan itu sudah disampaikan, namun yang bersangkutan (pemilik pabrik) mengacuhkannya," papar Shinto.

Shinto menyayangkan sikap kepala desa yang tak lain kerabat dari pemilik pabrik membiarkan praktik penyekapan dan penyiksaan tersebut. "Yang bersangkutan tahu tanpa izin dan itu diketahui kepala desa yang tidak lain merupakan kerabat," ujarnya.

Polisi menggerebek pabrik itu pada Jumat (3/5) lalu. Saat penggerebekan para buruh mengenakan pakaian yang sudah tidak layak, serta kondisi badan buruh nampak tidak sehat dan juga tidak terawat, rambut coklat, kelopak mata gelap, berpenyakit kulit seperti kurap dan gatal-gatal. Polisi kemudian mengamankan 25 buruh, 5 mandor, dan pemilik pabrik berinisial JK serta istrinya dan Kepada Desa Lebak Wangi ke Polresta Tangerang untuk dimintai keterangan.

Dari hasil rekonstruksi petugas, diketahui bila para tersangka kerap menyiksa para buruh dengan cara memukul, menampar, menyundut dengan rokok, bahkan disiram dengan air panas.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%