Minggu, 05/05/2013 07:25 WIB

Pemukiman Ahmadiyah di Tasikmalaya Diserang Sekelompok Orang

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tasikmalaya, - Sekelompok orang tidak dikenal melakukan penyerangan ke pemukiman komunitas Ahmadiyah di Kampung Wanasigra, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Pasca penyerangan sekitar 20 rumah rusak akibat lemparan batu.

"Kejadian sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi, untuk kronologis lengkap saya tidak mengetahui persis,yang jelas beberapa kaca rumah rusak dilempari batu," ujar Juru Bicara Ahmadiyah, Dodi A Kurniawan saat dikonfirmasi, Minggu (5/5/2013).

Dodi mengatakan akibat peristiwa penyerangan oleh kelompok tidak dikenal itu sekitar 20 rumah rusak.

"Syukurnya tidak ada yang terluka, hanya sekitar 20 rumah yang rusak akibat lemparan tersebut, posisinya rumah tersebut menghadap ke jalan sehingga yang rusak hanya jendela di ruang tengah dan ruang tamu," kata Dodi.

Dodi menceritakan dari keterangan saksi yang melihat, jumlah massa pada saat melakukan penyerangan sekitar 100-200 orang.

"Karena kejadian malam, saksi melihatnya masa berjumlah sekitar 100-200 orang," kisahnya.

Dodi menuturkan, saksi tersebut pasrah saat kejadian, pasalnya ada petugas anti huru-hara yang berjaga pun tidak dapat membantu amankan lokasi bentrok. Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%