Detik.com News
Detik.com
Minggu, 05/05/2013 06:27 WIB

Polisi Kejar 2 Pelaku Penyekapan & Penyiksaan Buruh Pabrik Kuali Tangerang

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Polisi Kejar 2 Pelaku Penyekapan & Penyiksaan Buruh Pabrik Kuali Tangerang foto didapatkan dari komisioner Komnas HAM Siane Indriani
Tangerang - Kepolisian telah menetapkan dan menahan lima tersangka terkait kasus penyekapan dan perlakukan tidak manusiawi terhadap puluhan buruh di pabrik kuali Tangerang. Sementara dua tersangka lainnya hingga saat ini masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

"Hingga saat ini kita telah menetapkan tujuh orang tersangka, lima orang diantaranya telah diamankan," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Bambang Priyo Andogo, saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/5/2013)

"Fungsi dan peran dua orang tersebut seperti apa, masih dalam penyidikan," imbuhnya

Selama kurang lebih tiga bulan, para buruh itu disekap oleh majikannya, disiksa dan tak dibayar. Mereka takut untuk melarikan diri karena takut oleh ancaman dari pihak pengusaha dan centeng-centengnya.

Praktek 'perbudakan' di pabrik kuali tersebut terkuak setelah dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil melarikan diri. Andi Gunawan (20) dan Junaidi (22) kabur setelah 3 bulan dipekerjakan dengan tidak layak.

Polisi menggerebek pabrik itu pada Jumat (3/5) lalu. Saat penggerebekan para buruh mengenakan pakaian yang sudah tidak layak, serta kondisi badan buruh nampak tidak sehat dan juga tidak terawat, rambut coklat, kelopak mata gelap, berpenyakit kulit seperti kurap dan gatal-gatal. Polisi kemudian mengamankan 25 buruh, 5 mandor, dan pemilik pabrik berinisial JK serta istrinya dan Kepada Desa Lebak Wangi ke Polresta Tangerang untuk dimintai keterangan.

Dari hasil rekonstruksi petugas, diketahui bila para tersangka kerap menyiksa para buruh dengan cara memukul, menampar, menyundut dengan rokok, bahkan disiram dengan air panas.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(edo/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%