detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 06:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 05/05/2013 05:50 WIB

Perbudakan di Pabrik Kuali Tangerang, Polisi Temukan 5 Anak di Bawah Umur

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
foto didapatkan dari komisioner Komnas HAM Siane Indriani
Tangerang - Polisi menemukan sejumlah anak di bawah umur yang dipekerjakan secara paksa dan perlakuan tidak manusiawi di pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. Akibatnya sang pemilik pun terancam Undang-undang Perlindungan Anak.

"Kurang lebih ada 4 atau 5 orang anak dibawah umur yang dipekerjakan mereka," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Bambang Priyo Andogo, saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/5/2013) malam.

Aparat kepolisian telah menahan lima orang yang diduga terkait dengan kasus penyekapan disertai dugaan penyiksaan terhadap puluhan buruh yang bekerja di pabrik kuali tersebut. Dari mereka yang ditahan itu termasuk pemilik pabrik YI (41) dan istrinya.

"Ada lima orang diamankan termasuk pemilik usaha, inisialnya YI, dan empat anak buahnya TS (35), S (34), N alias U (25), dan J (30)," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan proses penyidikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, lima orang tersangka itu dikenakan pasal 333 KUH Pidana tentang merampas kemerdekaan orang lain dan pasal 351 KUH Pidana tentang tindak penganiayaan.

"Ancaman hukuman kurungan badan masing-masing 8 tahun dan 5 tahun penjara," jelas Bambang.

Praktek 'perbudakan' di pabrik kuali tersebut terkuak setelah dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil melarikan diri. Andi Gunawan (20) dan Junaidi (22) kabur setelah 3 bulan dipekerjakan dengan tidak layak.

"Pada 2 Mei 2013, Komnas HAM mendapat laporan "praktek perbudakan" dari dua pemuda yang berasal dari Lampung Utara. Mereka diajak bekerja ke Tangerang oleh orang yang tidak dikenal sebelumnya. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan dengan gaji Rp 700 ribu per bulan," ujar Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila, kemarin.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(edo/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%