Detik.com News
Detik.com

Minggu, 05/05/2013 05:50 WIB

Perbudakan di Pabrik Kuali Tangerang, Polisi Temukan 5 Anak di Bawah Umur

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Perbudakan di Pabrik Kuali Tangerang, Polisi Temukan 5 Anak di Bawah Umur foto didapatkan dari komisioner Komnas HAM Siane Indriani
Tangerang - Polisi menemukan sejumlah anak di bawah umur yang dipekerjakan secara paksa dan perlakuan tidak manusiawi di pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. Akibatnya sang pemilik pun terancam Undang-undang Perlindungan Anak.

"Kurang lebih ada 4 atau 5 orang anak dibawah umur yang dipekerjakan mereka," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Bambang Priyo Andogo, saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/5/2013) malam.

Aparat kepolisian telah menahan lima orang yang diduga terkait dengan kasus penyekapan disertai dugaan penyiksaan terhadap puluhan buruh yang bekerja di pabrik kuali tersebut. Dari mereka yang ditahan itu termasuk pemilik pabrik YI (41) dan istrinya.

"Ada lima orang diamankan termasuk pemilik usaha, inisialnya YI, dan empat anak buahnya TS (35), S (34), N alias U (25), dan J (30)," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan proses penyidikan. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian, lima orang tersangka itu dikenakan pasal 333 KUH Pidana tentang merampas kemerdekaan orang lain dan pasal 351 KUH Pidana tentang tindak penganiayaan.

"Ancaman hukuman kurungan badan masing-masing 8 tahun dan 5 tahun penjara," jelas Bambang.

Praktek 'perbudakan' di pabrik kuali tersebut terkuak setelah dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil melarikan diri. Andi Gunawan (20) dan Junaidi (22) kabur setelah 3 bulan dipekerjakan dengan tidak layak.

"Pada 2 Mei 2013, Komnas HAM mendapat laporan "praktek perbudakan" dari dua pemuda yang berasal dari Lampung Utara. Mereka diajak bekerja ke Tangerang oleh orang yang tidak dikenal sebelumnya. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan dengan gaji Rp 700 ribu per bulan," ujar Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila, kemarin.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/ahy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%