detikcom
Sabtu, 04/05/2013 21:07 WIB

Kecelakaan di Tasikmalaya, Warga Temukan 1 Dus Miras di Mobil Tersangka

Kristiadi - detikNews
Jakarta - Polisi menetapkan Andi Kustiana (18), sopir Corolla DX nopol Z 1868 WG yang terlibat kecelakaan dengan tiga unit Mobil dan satu unit motor di Tasikmalaya, Jabar. Sopir diduga mengendarai mobil dalam keadaan mabuk, warga dan polisi menemukan 1 dus minuman keras di mobil tersangka.

"Kami masih terus mengumpulkan data dengan ditemukannya miras oplosan berada di dalam begasi sedan," kata Kasatlantas Polres Tasikmalaya, AKP Samuji, Jumat (4/5/2013).

Kecelakaan yang terjadi pukul 15.00 WIB tersebut mengakibatkan salah seorang pengendara motor, Dede Iwan (55), meninggal dunia karena luka yang cukup parah diderita. Dede mengalami luka di kepala bagian belakang. Sementara istri dari Dede, Yayah (45), masih dirawat intensif di RSUD Tasikmalaya.

Korban terhimpit dua mobil yang ditabrak oleh tersangka, sebelumnya korban terseret sejauh 20 meter saat mobil yang dikendarai tersangka menabrak angkutan kota.

Mobil sedan Toyota Corolla warna putih dengan nopol Z 1868 WG yang ditumpangi 4 orang, melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Pantai Pangandaran. Mobil tersebut menabrak sepeda motor Yamaha Mio dengan nopol Z 3454 LI yang ada di depannya.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Pasangan suami-istri, Dede Iwan (55) dan Yayah (45), yang mengendarai sepeda motor tersebut, terpental jauh. Mobil sedan yang dikendarai Andi bersama tiga rekannya tersebut kemudian banting setir ke kanan, namun malah menabrak sebuah angkot 01 jurusan Pancasila-Awipari.

Tabrakan ini berefek domino karena angkot tersebut menabrak mobil lain yang sedang diparkir di tepi jalan, yakni mobil Daihatsu Taft dengan nopol Z 1866 HG. Akibat kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini, sebuah sepeda motor dan 3 buah mobil hancur.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ahy/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%