Sabtu, 04/05/2013 00:28 WIB

KPK Sita Honda Jazz Milik Ahmad Fathanah dari Seorang Perempuan Muda

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Sosok Ahmad Fathanah, tersangka suap impor daging lekat dengan sejumlah nama wanita, terkait dengan kepemilikan aset atau aliran uang darinya. Honda Jazz milik Fathanah yang disita KPK, didapatkan penyidik dari seorang wanita muda bernama Andi Novitasari.

"Iya betul (dari Andi). Sudah disita sejak kemarin," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (3/7/2013).

Mobil itu kini terparkir di KPK. Johan sendiri belum bisa mengkonfirmasi hubungan antara Andi Novitasari dan Ahmad Fathanah.

"Belum tahu," kata dia.

Namun kendaraan roda empat tersebut diduga dibeli oleh Fathanah. Pria yang menjadi kurir eks Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu sebelumnya juga mengalirkan sejumlah uang ke artis senior Ayu Azhari.

Pada Ayu, uang senilai Rp 20 juta dan valuta asing senilai US$ 1.800 itu disebut sebagai duit panjer untuk pekerjaan Ayu sebagai artis. Ketika ditangkap KPK, Fathanah juga kedapatan tengah berduaan dengan mahasiwi bernama Maharani Suciono.





Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rna/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%