detikcom
Jumat, 03/05/2013 17:07 WIB

100 Orang Tewas Terperangkap Tambang Emas yang Runtuh di Sudan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Darfur, - Sekitar 100 orang diperkirakan tewas dalam runtuhnya tambang emas di wilayah Darfur, Sudan. Para pekerja tambang itu terperangkap di bawah reruntuhan tambang. Bahkan sembilan petugas penyelamat yang mencoba menyelamatkan mereka pun, kini ikut terperangkap.

"Sembilan orang dari tim penyelamat hilang ketika tanah ambruk di sekitar mereka kemarin (Kamis)," ujar seorang penambang yang berada di lokasi kejadian, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/5/2013).

Tambang emas yang tak memiliki izin itu tiba-tiba ambruk pada Senin, 29 April lalu. Tambang emas itu berlokasi di distrik Jebel Amir, lebih dari 200 kilometer barat laut El Fasher, ibukota negeri bagian Darfur Utara. Operasi pencarian para korban masih terus dilakukan.

"Kemarin delapa jasad telah ditemukan dan mereka saat ini masih mencari yang lainnya," tutur penambang tersebut. "Menurut penghitungan orang-orang yang bekerja di tambang itu, jumlah orang yang berada di dalam lebih dari 100," ujarnya.

Menurut saksi mata bernama Hamid al-Tijani, kawasan tambang di wilayah tersebut memang tidak tertata dengan baik. "Terowongan tambang sangat dekat satu sama lain," tuturnya. Dikatakannya, kawasan itu seharusnya ditutup dan kemudian ditata ulang.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%