detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:08 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 03/05/2013 16:50 WIB

Iran Protes Intervensi Asing dalam Konflik Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Teheran, - Pemerintah Iran kembali menyampaikan penolakannya atas intervensi asing dalam konflik Suriah. Iran menyerukan adanya solusi domestik terhadap konflik berkepanjangan di negara Arab tersebut.

"Kami memprotes intervensi pihak-pihak luar di Suriah serta pengerahan tentara-tentara bayaran ke negeri itu dan kami menganggap ini sebagai mencampuri urusan negara lain," tegas Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi seperti dilansir media Iran, Press TV, Jumat (3/5/2013).

Dikatakannya, pengiriman senjata ke Suriah juga merupakan tanda "intervensi jelas" dalam urusan dalam negeri Suriah.

"Kami yakin bahwa oposisi perlu duduk berunding dengan pemerintah secepat mungkin guna menghentikan pertumpahan darah lewat kesepahaman. Apalagi 50 hingga 100 orang tak berdaya tewas di seluruh Suriah setiap hari dikarenakan keras kepalanya sekelompok orang yang telah menimbulkan pertanyaan akan identitas oposisi sejati," cetus pejabat tinggi Iran itu.

Menurut Salehi, oposisi sejati harusnya membantu menghentikan kekerasan di negeri itu dan mengupayakan solusi domestik untuk krisis ini.

Krisis Suriah telah berlangsung lebih dari dua tahun. Pemerintah Suriah mengklaim, pergolakan itu didalangi dari luar negeri. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 70 ribu orang telah tewas selama konflik tersebut.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close