Jumat, 03/05/2013 16:02 WIB

Istri Gubernur Rusli Zainal Nyaleg dari Golkar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Foto: Chaidir Anwar T/detikcom
Pekanbaru - Keluarga pejabat yang mengadu untung menduduki kursi anggota dewan kian banyak. Istri Gubernur Riau, Septina Primawati Rusli, maju dari Golkar. Istri Rusli Zainal itu akan bersaing untuk duduk di DPRD Provinsi Riau.

Foto Septina sudah 'nampang' di selebaran. Dari tulisannya, Septina maju dari Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dengan nomor urut satu.

Kabupaten Inhil merupakan kampung halaman Gubernur Riau, Rusli Zainal. Rusli pernah menjadi bupati di sini. Sejauh ini, baliho Septina belum terpampang di Pekanbaru.

Ketua Harian DPD I Riau DPD Golkar Riau, Ruspan Aman, ketika dikonfirmasi detikcom, menyebutkan bahwa saat ini bacaleg Golkar seluruhnya sudah diserahkan ke KPU. Saat ini tengah menunggu verifikasi.

Namun ketika ditanya, soal istri Gubernur Riau juga ikut meramaikan bacaleg, Rustam enggan berkomentar. "Kalau soal itu (istri gubernur), tanyakan saja ke sekretaris DPD Golkar Riau," tutup Ruspan.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(cha/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%