Detik.com News
Detik.com
Jumat, 03/05/2013 09:11 WIB

Susno Menyerahkan Diri, Ini Kata Yusril Ihza Mahendra

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Susno Menyerahkan Diri, Ini Kata Yusril Ihza Mahendra
Jakarta - Susno Duadji menyerahkan diri ke Kejaksaan Agung dan ditahan Lapas Cibinong. Kuasa hukum Susno, Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal penyerahan diri kliennya tersebut.

"Saya ingat ucapan Alm Prawoto Mangkusasmito, kalau orang dimasukkan penjara, kita terima itu sebagai kenyataan. Kenyataan bukanlah berarti kebenaran," ujar Yusril dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (3/5/2013).

Yusril mengatakan Susno menyerahkan diri ketika berhadapan dengan aparatur negara. Penyerahan diri itu menurut Yusril bukan berarti Susno mengakui itu kebenaran, tapi dia berhadapan dengan kekuasaan dan pembentukan opini luar biasa yang menyalahkannya.

"Sejarahlah yang nanti menjadi saksi atas semua kejadian ini. Sejarahlah yang akan menjadi hakim benar tidaknya peristiwa masa kini. Nanti dinilai di masa depan," tutupnya.

Susno menyerahkan diri pada Kamis (2/5) pukul 21.00 WIB. Susno dikawal beberapa orang menyambangi Kejari Cibinong. Dia pun digiring ke Lapas Cibinong. Terkait hal ini Jaksa Agung Basrief Arief akan membeberkan kronologi penyerahan dirinya dalam jumpa pers di kantornya Jl Sultan Hasanudin, Jakarta pukul 09.00 WIB.

(mpr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%