Jumat, 03/05/2013 05:30 WIB

Razia Hiburan Malam, BNN DKI Jakarta Tangkap 1 DJ dan 2 Pengunjung

Septiana Ledysia - detikNews
Jakarta - Perangi Narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) melakukan razia rutin di tempat-tempat hiburan malam di Jakarta. Kali ini BNNP berhasil menangkap 3 orang di tempat hiburan malam Illigals Hotel dan Club di Jalan Hayam Huruk 108, Taman Sari, Jakarta Barat.

"Dari 30 orang pengunjung yang kami periksa, 3 terbukti menggunakan narkotika. 1 orang merupakan seorang perempuan berprofesi sebagai Dj dan 2 orang lagi laki-laki yang merupaka pengunjung," ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNNP, Kompol Yanto saat dihubungi detikcom, Kamis (2/4/2013) malam.

Yanto mengatakan, penggrebekan dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB. Tersangka yang berprofesi sebagai DJ bernama Karina, dua orang lagi berinisial RI dan AA. Ketiga orang yang ditangkap terbukti menggunakan narkotika dan ada yang tertangkap membawa Happy Five.

"Dari tangan DJ ditemukan 7 butir Happy Five," ujarnya.

Yanto menambahkan, dalam razia dikerahkabn sebanyak 16 personel BNNP Jakarta bersama 15 personel dari anggota TNI AD. Dan saat ini ketiganya sedang diperiksa dan diminta keterangan mengenai kepemilikan.

"Untuk tersangka yang laki-laki mereka terbukti menggunakan ganja dan amphetamin, tapi karena tidak ditemukan barang bukti keduanya hanya diberi sanksi dan wajib lapor" imbuhnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(spt/rvk)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%