detikcom
Kamis, 02/05/2013 21:56 WIB

Kasus Kredit Fiktif, Kejagung Sita Satu Dus Besar Dokumen dari Kantor BJB

Baban Gandapurnama - detikNews
Jakarta - Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita sejumlah dokumen di kantor pusat Bank Jabar Banten (BJB). Penyitaan tersebut bagian dari lanjutan penyidikan kasus dugaan penyaluran kredit fiktif dari BJB ke PT Cipta Inti Permindo (CIP) yang disinyalir merugikan negara sebesar Rp 55 miliar.

Selama 6,5 jam tim penyidik menggeledah salah satu ruangan di kantor pusat Bank BJB, Jalan Naripan, Kota Bandung, Kamis (2/5/2013). Tujuh petugas berpakaian dinas dari Kejagung datang pukul 14.30 WIB dan keluar sekitar pukul 21.10 WIB.

"Ini terkait kasus penyidikan pemberian kredit terhadap PT CIP yang diberikan Bank BJB," ujar salah satu Tim Penyidik Satuan Khusus Perbankan Pidsus Kejagung, Hendra, usai penggeledahan di kantor tersebut.

Hendra menegaskan sepanjang penggeledahan berlangsung, pihak BJB bersikap kooperatif. "Enggak ada alot. Seluruhnya lancar," ujarnya.

Ia menyebut pihaknya memboyong beberapa berkas dokumen guna kepentingan penyidikan. Namun Hendra enggan membeberkan berapa jumlah dokumen dan berasal di ruangan mana.

"Hanya Dokumen saja," terangnya.

Hendra tidak banyak berbicara saat dicecar wartawan. Ia pun tergesa masuk mobil Kijang Inova perak bernopol B 8215 XQ. "Untuk selanjutnya bisa ditanyakan ke Penkum Kejagung. Kami hanya ditugasi saja," pintanya.

Dua petugas Kejagung memasukan satu kardus besar dan puluhan tumpukan dokumen ke bagian belakang mobil tersebut. Selanjutnya mereka meninggalkan Bank BJB dengan pengawalan satu unit mobil ranger Sat Sabhara Polrestabes Bandung.

Dalam kasus dugaan korupsi penyelewengan kredit yang diduga fiktif ini, Kejagung telah menetapkan 5 tersangka yakni Komisaris PT Radina Niaga Mulia, Elda Devianne Adiningrat (EDA). Perusahaan Elda merupakan salah satu vendor yang menerima fasilitas kredit dari Bank BJB. Empat tersangka lainnya yaitu YS (Direktur PT CIP), DY (mantan Direktur Utama PT E Farm Bisnis Indonesia), DPS (Direktur Komersil PT E Farm Bisnis Indonesia), dan ESD (Manajer komersil Bank BJB cabang Surabaya). Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka sejak 22 Januari 2013 lalu.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bbn/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%