detikcom
Kamis, 02/05/2013 10:07 WIB

Vonis Mati Bagi Pembunuh Kejam Sudah Dipertimbangkan Matang

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Rahmat (agung/detikcom)
Jakarta - Hidup Rahmat Awafi (26) kini tinggal menghitung hari. Sebab Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis mati pembunuh ibu dan anak itu dari hukuman sebelumnya 15 tahun penjara.

"Dalam memutus, tentunya majelis hakim sudah mempertimbangkan dengan matang. Ada hal-hal yang memberatkan," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan
Mansyur saat berbincang dengan detikcom, Kamis (2/5/2013).

Menurut Ridwan, secara normatif hukuman mati itu masih diakui dalam KUHP Indonesia. Dalam aplikasinya, dijatuhkan kepada terdakwa yang membunuh secara kejam, terencana, sadis atau berkelompok.

"Bisa juga dijatuhkan kepada orang yang seharusnya disayangi seperti membunuh anggota keluarga, suami membunuh ibu dan anak atau membunuh pacar yang hamil," papar Ridwan.

Hukuman mati ini merupakan kewenangan hakim, meski adakalanya jaksa penuntut umum (JPU) menuntut lebih rendah, sepanjang terdapat dalam pasal yang didakwaan JPU.

"Pertimbangan lain seperti kalau pembunuhan itu meresahkan masyarakat," papar mantan Ketua Pengadilan Negeri Palembang ini.

Rahmat membunuh Hertati dan anaknya pada 14 Oktober 2011. Rahmat membunuh karena dimintai tanggung jawab atas kehamilan Hertati. Bukannya mau bertanggung jawab, Rahmat membunuh dengan membekap hingga lemas dan menusuk dengan pisau. Anak Hertati yang melihat pembunuhan itu lalu ikut dihabisi.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%