Rabu, 01/05/2013 20:31 WIB

Suara anak muda bisa tentukan hasil pemilu Malaysia

BBCIndonesia.com - detikNews
Semuanya berawal dari apa yang disebut sebagai tsunami politik ketika oposisi berhasil mengurangi kursi mayoritas Barisan Nasional di pemilu 2008.

Kesuksesan oposisi membuat ketertarikan anak-anak muda terhadap politik makin besar.

Dan anak-anak muda ini bisa menentukan hasil pemungutan suara yang digelar pada 5 Mei.

Jumlah pemilih muda, yang untuk pertama kalinya mencoblos di pemilu, tidak kurang dari 2,6 juta.

Ibrahim Suffian, direktur lembaga jajak pendapat Merdeka Center, mengatakan jumlah pemilih yang berusia di bawah 30 dan 40 tahun telah menembus angka 50%.

"Jumlah mereka yang sangat besar ditambah dengan akses mereka ke internet bisa mengurangi kekuatan Barisan Nasional dalam mempengaruhi pilihan dalam pemilu," kata Suffian kepada BBC Indonesia.

Oposisi mengatakan pemilih baru bisa menjadi Faktor X dan membantu mengantarkan oposisi menyingkirkan Barisan Nasional untuk pertama kalinya sejak Malaysia merdeka pada 1957.

Twitter dan konser gratis

Pemilu Malaysia 2013

Barisan Nasional juga berupaya merangkul suara anak-anak muda.

"Saya tahu apa yang diinginkan anak-anak muda. Mereka ingin perubahan," kata Bukhairy, mahasiswa di Universitas Malaya, kepada kantor berita Reuters.

Khairani Razak, mahasiswa di kampus yang sama, juga menegaskan keinginan anak-anak muda melihat perubahan mendasar di Malaysia.

Menurut jajak pendapat, anak-anak muda berusia 20-30 tahun adalah kelompok yang paling tidak puas dengan kinerja pemerintah. Sementara survei yang dilakukan Universitas Malaya pada Januari lalu menunjukkan 52% anak-anak muda mendukung aliansi oposisi, Pakatan Rakyat.

"Hal-hal yang dianggap penting bagi mereka adalah transparansi, tata kelola pemerintahan yang baik, dan korupsi," kata James Chin, pemerhati politik dari Universitas Monash Malaysia.

Di sektor-sektor ini kinerja pemerintah dianggap tidak memuaskan.

PM Najib Razak mencoba menaikkan citra di kalangan anak-anak muda dengan aktif di sosial media Twitter.

Barisan Nasional juga beberapa kali menggelar konser gratis, antara lain dengan mendatangkan bintang internasional seperti Psy dari Korea Selatan.

Oposisi sementara itu berupaya menggaet suara dengan menjanjikan kuliah gratis.

Genderang perang memperebutkan suara pemilih muda sudah ditabuh dan di tangan mereka arah sejarah mereka bisa ditentukan.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%