detikcom
Rabu, 01/05/2013 17:32 WIB

3 Tentara Inggris Tewas Terkena Bom di Afghanistan

Rita Uli Hutapea - detikNews
London, - Tiga tentara Inggris tewas dalam serangan bom pinggir jalan di Afghanistan. Dengan korban jiwa terbaru ini, berarti sudah enam tentara Inggris yang tewas di Afghanistan tahun ini.

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyampaikan berita tersebut kepada stasiun televisi ITV seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/5/2013). Dikatakan Cameron, Inggris telah membayar dengan sangat mahal di Afghanistan.

"Kita telah membayar sangat mahal atas pekerjaan yang kita lakukan di Afghanistan," kata Cameron. "Ini pekerjaan yang penting karena vital bagi negara itu untuk tidak lagi menjadi surga bagi para teroris -- teroris yang bisa mengancam kita di sini, di Inggris," imbuhnya.

Ketiga prajurit Inggris dari batalyon infanteri Royal Highland Fusiliers tersebut tewas ketika kendaraan yang mereka naiki terkena bom di distrik Nahr-e Saraj pada Selasa, 30 April waktu setempat. Saat itu mereka sedang melakukan patroli rutin di Provinsi Helmand.

Keluarga mereka telah diberitahu atas kejadian ini. Untuk sementara nama-nama ketiga tentara tersebut belum dirilis ke publik.

Ini pertama kalinya prajurit-prajurit Inggris tewas akibat bom pinggir jalan sejak September 2012. Sejauh ini belum ada pihak-pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Namun kelompok militan Taliban diketahui kerap menggunakan bom-bom pinggir jalan terhadap pasukan asing dan pasukan Afghanistan.

Dengan kematian tiga tentara ini, berarti total 444 orang prajurit Inggris telah tewas sejak operasi militer di Afghanistan dimulai pada Oktober 2001 silam.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%