detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 07:26 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 01/05/2013 17:32 WIB

3 Tentara Inggris Tewas Terkena Bom di Afghanistan

Rita Uli Hutapea - detikNews
London, - Tiga tentara Inggris tewas dalam serangan bom pinggir jalan di Afghanistan. Dengan korban jiwa terbaru ini, berarti sudah enam tentara Inggris yang tewas di Afghanistan tahun ini.

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyampaikan berita tersebut kepada stasiun televisi ITV seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/5/2013). Dikatakan Cameron, Inggris telah membayar dengan sangat mahal di Afghanistan.

"Kita telah membayar sangat mahal atas pekerjaan yang kita lakukan di Afghanistan," kata Cameron. "Ini pekerjaan yang penting karena vital bagi negara itu untuk tidak lagi menjadi surga bagi para teroris -- teroris yang bisa mengancam kita di sini, di Inggris," imbuhnya.

Ketiga prajurit Inggris dari batalyon infanteri Royal Highland Fusiliers tersebut tewas ketika kendaraan yang mereka naiki terkena bom di distrik Nahr-e Saraj pada Selasa, 30 April waktu setempat. Saat itu mereka sedang melakukan patroli rutin di Provinsi Helmand.

Keluarga mereka telah diberitahu atas kejadian ini. Untuk sementara nama-nama ketiga tentara tersebut belum dirilis ke publik.

Ini pertama kalinya prajurit-prajurit Inggris tewas akibat bom pinggir jalan sejak September 2012. Sejauh ini belum ada pihak-pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Namun kelompok militan Taliban diketahui kerap menggunakan bom-bom pinggir jalan terhadap pasukan asing dan pasukan Afghanistan.

Dengan kematian tiga tentara ini, berarti total 444 orang prajurit Inggris telah tewas sejak operasi militer di Afghanistan dimulai pada Oktober 2001 silam.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ita/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close