detikcom
Rabu, 01/05/2013 15:42 WIB

'Pasukan Semut Merah' Gabung dengan Rombongan Buruh di Depan Istana

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Unjuk rasa di depan Istana Merdeka di hari diwarnai dengan aksi teatrikal. Sekelompok buruh mengenakan atribut semut merah yang tengah ditindas.

Rombongan buruh tersebut bergabung dengan massa Sekretariat Buruh yang berjalan dari Bundara HI ke Jl Medan Merdeka Utara. Kelompok buruh yang mengenakan atribut helm warna merah itu memang yang paling mengundang perhatian.

Ada belasan pria bertelanjang dada, dan bercelana dan sepatu merah, mengenakan helm plastik yang pada bagian atasnya dipasang dua antena. Dua orang di antaranya menggotong replika semut raksasa berwana hitam kecoklatan.

Di belakang rombongan semut merah tersebut, terdapat beberapa pria yang mengenakan atribut seperti ksatria baja hitam: helm full face warna hitam, diberi mata besar di bagian depan dan dipasang dua antena di bagian atas.

Kelompok pria yang berperan menjadi belalang mencambuki kelompok semut merah yang ada di depannya. Aksi teatrikal itu dilakukan sepanjang Jl Medan Merdeka Barat.

Rombongan tersebut mengenakan kaos yang pada bagian belakangnya bertuliskan 'Belajar Berjuang dan Berkuasa untuk Kemerdekaan 100 persen.'

Pukul 15.30 WIB, rombongan ini sampai di depan Jl Medan Merdeka Utara bergabung dengan kelompok lain yang sudah sampai terlebih dahulu.




Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(fjp/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%