detikcom
Rabu, 01/05/2013 10:45 WIB

Pabrik Liburkan Karyawan, Perayaan May Day di Medan Sepi

Khairul Ikhwan - detikNews
Medan - Aksi buruh yang memperingati May Day di Medan, Sumatera Utara (Sumut) tidak terlalu banyak menghadirkan massa buruh. Pasalnya sejumlah perusahaan memilih meliburkan buruhnya pada hari ini, Rabu (1/5/2013).

Aksi sweeping yang dilakukan ratusan buruh di tiga Kawasan Industri Medan (KIM), yakni KIM 1, KIM 2 dan KIM 3, hanya berlangsung kurang dari satu jam. Para pengumpul massa hanya menemukan pabrik-pabrik yang kosong, tidak ada buruh.

Satu per satu pabrik di kawasan ini digedor para pengumpul massa. Tapi yang ada hanya sejumlah petugas keamanan pabrik, yang justru mempersilakan para pengunjukrasa yang menggunakan sepeda motor melakukan pencarian ke dalam area pabrik.

"Lihat saja ke dalam," kata seorang petugas keamanan pabrik kepada para pengumpul massa dari kelompok buruh.

Nyaris tak ada perdebatan antara pengunjuk rasa dengan petugas keamanan, maupun polisi yang berjaga di sekitar lokasi pabrik seperti yang biasanya terjadi tahun-tahun sebelumnya. Setelah melihat pabrik tidak beroperasi, massa kemudian meninggalkan pabrik-pabrik tersebut.

Kendati massa tidak terlalu banyak, buruh terus bergerak menuju kawasan pusat kota. Di Medan, konsentrasi massa terpecah di dua tempat. Yakni gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut di Jalan Imam Bonjol dan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro. Jumlah mereka saat ini sekitar 500-an orang.

Sebagian massa buruh juga berkumpul di Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota. Di sini, massa buruh bersilaturrahmi dengan Walikota Medan Rahudman Harahap dan Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro.

(rul/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
57%
Kontra
43%