Detik.com News
Detik.com
Rabu, 01/05/2013 09:58 WIB

2 Polsek di Musi Rawas Sumsel yang Dibakar Massa Belum Bisa Beroperasi

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Selain empat warga meninggal, bentrok di Musi Rawas Sumsel membuat dua Mapolsek di kabupaten itu hangus dibakar massa. Kini dua Mapolsek itu belum dapat beroperasi.

"Ya karena terbakar, dua polsek itu belum dapat beroperasi," ujar Kabid Humas Polda Sumsel, AKBP Djarot R Padakova, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (1/5/2013).

Dua Mapolsek yang dibakar massa itu adalah Mapolsek Muara Rupit dan Karang Dapo. Djarot mengatakan untuk mendapatkan pelayanan, warga kecamatan Muara Rupit dan Karang Dapo dipersilakan langsung mendatangi Polres Musi Rawas atau polsek-polsek terdekat.

"Silakan langsung ke Polres. Semoga bisa segera dapat beroperasi," kata Djarot.

Sebelumnya pada Senin malam sampai Selasa, terjadi bentrokan warga dengan polisi yang dipicu ketidakpuasan warga karena pemekaran ditolak. Akibatnya, empat warga tewas dalam bentrokan ini.

Dua kantor kepolisian sektor (polsek) di Muara Rupit dan Karang Dapo, berikut sejumlah kendaraan, juga dibakar massa pada Senin malam dan Selasa pagi. Warga juga memblokade jalan lintas timur Sumatera di Kilometer 72 dan sejumlah akses ke desa.





Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fjr/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%