Rabu, 01/05/2013 08:08 WIB

Uang Palsu Eyang Aswong

Polisi: Uang Palsu Aswong Kualitas Super

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Polisi membekuk jaringan uang palsu Eyang Aswong. Modus yang dilakukan kelompok ini dengan memakai modus penggandaan uang. Para korban dikelabui dengan menyetor mahar, kemudian uang bisa digandakan berlipat-lipat.

"Uang palsu kelompok ini kualitas super. Ada tanda air, gambar pahlawan ada, dan diraba juga nggak ketahuan," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Didik saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (1/5/2013).

Diduga jaringan Eyang Aswong ini beroperasi sejak 2012 lalu. Salah satu tersangka yang berhasil ditangkap yakni UM alias Nuriyah (46).

Para korban diminta menyetor uang untuk mahar. Setelah menyetor dan uangnya ditanam di bunker di rumah milik Nuriyah, baru diberi uang palsu berlipat-lipat.

"Sehingga banyak orang percaya," jelas Didik.

Nuriyah ditangkap akhir pekan lalu. Sedang Eyang Aswong masih buron. Nuriyah pernah dijebloskan ke penjara pada 2009-2011 untuk kasus serupa, hanya lokasinya di Sukabumi.

"Kita masih cari mesin pencetak uangnya di mana, kita duga juga di Sukabumi," tutupnya.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%