Detik.com News
Detik.com
Selasa, 30/04/2013 18:24 WIB

Uang Palsu Eyang Aswong

Edan! Pemalsu Uang Rp 1,2 T Nekat Pakai Baju Polri & Gubernur

Farhan - detikNews
Edan! Pemalsu Uang Rp 1,2 T Nekat Pakai Baju Polri & Gubernur
Bogor - Hj Umriyah alias Nuriyah (46) benar-benar nekat. Tersangka pemalsu uang ini, nekat memajang fotonya memakai baju Polri dan gubernur. Foto itu dia pajang di rumahnya. Katanya, buat meyakinkan para korban yang ingin menggandakan uang.

"Jadi dia ini modusnya penggandaan uang," kata Kasat Reskrim Polres Bogor Kota AKP Didik saat dikonfirmasi, Selasa (30/4/2013).

Nah, di rumahnya di Bogor, Nuriyah bersama Eyang Aswong membuka jasa penggandaan uang. Para korban diminta untuk memberi uang yang hasilnya akan berkali-kali lipat setelah ditanam. Praktik ini diduga dilakukan sejak 2012.

Untuk meyakinkan para korban, Nuriyah memakai seragam Polri lengkap dengan tanda pangkat bintang dan tongkat komando. Selain dengan memakai seragam Polri, juga dia memakai seragam gubernur. Foto itu dipajang di rumah Nuriyah. Kini foto itu sudah disita polisi. Kelompok ini dibekuk pada akhir pekan lalu. Tapi Eyang Aswong masih buron.

"Korban ada yang sudah melapor, kerugian mencapai puluhan juta," jelas Didik.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%