Selasa, 30/04/2013 17:28 WIB

Ditangkap BNN, Komandan Pangkalan AL Semarang Resmi Dicopot

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Kolonel Antar Setiabudi resmi dicomot dari jabatannya selaku Komandan Pangkalan AL, Semarang. Pencopotan ini merupakan sanksi TNI AL atas keterlibatan perwira tingginya tersebut dalam transaksi narkoba.

"Sudah turun telegramnya tadi pagi bahwa yang bersangkutan resmi dicopot," kata Kadispen AL, Laksamana Pertama Untung Suropati, melalui telepon, Selasa (30/4/2013).

Tindakan pencopotan terhadap Kolonel Antar untuk memudahkan yang bersangkutan dalam menghadapi proses hukum dugaan keterlibatan sindikat narkotika. Mengenai pemecatan perwira menengah tersebut, kata Antar, ada mekanisme yang mengatur hal tersebut.

"Soal nanti dipecat atau tidak, itu melalui proses di peradilan militer," tegas Untung.

Meski dicopot dari jabatan dan tidak memegang kendali kesatuan, Kolonel Antar masih tetap menerima gaji bulanannya. Namun segala tunjangan yang selama ini diterima tersangka tidak akan lagi dibayarkan.

Kolonel Antar Setiabudi adalah seorang perwira senior, adakah perlakuan khusus terhadap dia selama menjalani proses hukum, seperti sel yang dihuninya?

"Semuanya berbeda, mengikuti standar yang ada, untuk bintara, tamtama, ruangannya berbeda, tapi saya tidak terlalu mengetahuinya. Itu untuk status tahanan sementara, kecuali sudah masuk pidana itu lain lagi," papar Untung.

Seperti diberitakan sebelumnya, penangkapan terhadap Kolonel Antar Setiabudi oleh BNN terjadi pada dua hari lalu di sebuah kamar hotel di kawasan Simpang Lima, Semarang. Pemasok narkoba diketahui sebagai oknum polisi.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%