Detik.com News
Detik.com

Selasa, 30/04/2013 17:03 WIB

Mahasiswa Makassar Demo Soal BBM, Bakar Ban Hingga Sandera Truk Tangki

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mahasiswa Makassar Demo Soal BBM, Bakar Ban Hingga Sandera Truk Tangki Foto: M Nur Abdurahman/detikcom
Makassar - Sejumlah unjuk rasa mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM terjadi di beberapa kampus di Makassar, Selasa (30/4/2013). Dalam aksinya, para demonstran menyandera truk di depan kampus mereka masing-masing untuk dijadikan podium orasi.

Seperti yang terjadi di depan kampus Universitas Islam Negeri Alauddin, di jalan Sultan Alauddin, puluhan anggota HMI Cabang Gowa Raya, menyandera truk pengangkut semen curah milik Pabrik Semen Tonasa dan membakar sejumlah ban bekas. Akibat ulah mahasiswa ini terjadi kemacetan panjang di Jalan Sultan Alauddin. Beberapa arus lalu lintas dari arah Kab. Gowa dan arus lalu lintas ke Jalan Emmy Saelan macet total.

Selain itu, di kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) Gunung Sari, di Jalan AP Pettarani, puluhan mahasiswa menyandera truk dan memalang di persimpangan Jalan AP Pettarani-Jalan Mapala Raya. Laju para pengguna jalan dari arah utara terhambat dan harus mengambil jalan pintas di jalan-jalan sempit di sekitar Jalan AP Pettarani.

Sementara di depan kampus Universitas Muhammadiyah Makassar, Jalan Sultan Alauddin, belasan mahasiswa menyandera sebuah truk dengan tuntutan pembebasan 6 rekannya yang ditangkap aparat Polda Sulsel, pada minggu dini hari kemarin (28/4).

Pengurus HMI Komisariat Ahmad Dahlan, Putra Bangsawan, yang ditemui detikcom, mengaku tidak mengetahui alasan penangkapan keenam rekannya, di sekretariat jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Unismuh, di Jalan Syekh Yusuf, tidak jauh dari kampus Unismuh. Keenam mahasiswa Fak. Ekonomi tersebut ditengarai terlibat perusakan mobil tangki Pertamina di depan kampusnya, pada rabu (24/4).

Sejumlah unjuk rasa mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM terjadi di beberapa kampus di Makassar, Selasa (30/4/2013). Dalam aksinya, para demonstran menyandera truk di depan kampus mereka masing-masing untuk dijadikan podium orasi.

Seperti yang terjadi di depan kampus Universitas Islam Negeri Alauddin, di Jalan Sultan Alauddin, puluhan anggota HMI Cabang Gowa Raya, menyandera truk pengangkut semen curah milik Pabrik Semen Tonasa dan membakar sejumlah ban bekas. Akibat ulah mahasiswa bengal ini terjadi kemacetan panjang di Jalan Sultan Alauddin. Beberapa arus lalu lintas dari arah Kab. Gowa dan arus lalu lintas ke jalan Emmy Saelan macet total.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mna/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advetorial Index »
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%