Detik.com News
Detik.com
Selasa, 30/04/2013 15:42 WIB

Ini Sistem Uji Coba Lalu Lintas yang Berlaku di Tebet Dalam Mulai 3 Mei

Gagah Wijoseno - detikNews
Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan aturan baru untuk kawasan Tebet Dalam dari arah MT Haryono dan Tebet Barat. Mulai 3 Mei akan berlaku satu arah sejak pukul 16.00-20.00 WIB, kecuali hari Sabtu dan libur nasional.

Data dari TMC Polda Metro Jaya, Selasa (30/4/2013), disebutkan pengaturan lalu lintas akan mulai diberlakukan pada 3 Mei 2013 di Jl. Tebet Barat Dalam yang semula 2 (dua) arah menjadi 1 (satu) arah masuk dari Jl. MT Haryono sampai dengan Jl. Tebet Barat Dalam 10.

Berikut keterangan TMC Polda Metro kepada pengguna jalan, yang diharapkan mengunakan jalur alternatif:

A. Pengguna Jalan dari Jl. Tebet Barat Dalam yang akan menuju Jl. MT Haryono dapat melalui Jl. Tebet Barat 9 - Jl. Prof Dr Soepomo (Pancoran) atau Jl. Tebet Barat Dalam 10 - Jl. Tebet Timur.

B. Untuk trayek angkutan umum yang melalui Jl. Tebet Barat Dalam diharapkan menyesuaikan Rute/Trayek sesuai dengan pengaturan lalu lintas yang telah di tetapkan.

Dihimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang di tetapkan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, petunjuk Petugas di lapangan dan mengutamakan keselamatan di jalan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%