Detik.com News
Detik.com

Selasa, 30/04/2013 15:18 WIB

Bila BBM Naik, Organda Akan Naikkan Tarif Angkutan Umum di Jakarta 20%

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Pemerintah mem-warning harga bahan bakar minyak (BBM) akan naik. Organisasi Angkutan Darat (Organda) sudah siap-siap. Organda DKI Jakarta memprediksi tarif angkutan naik sekitar 20%.

"Minimal kenaikan 20%, karena operational cost yang tertinggi ada di bahan bakar," jelas Ketua Organda DKI Sudirman saat berbincang dengan detikcom, Selasa (30/4/2013).

Ongkos angkutan umum yang akan naik yakni mulai dari Kopaja, Metro Mini, Mikrolet maupun jenis angkutan lain yang tergabung dalam Organda. "Ini khusus Jakarta," jelasnya.

Sudirman masih menunggu keputusan pemerintah atas rencana kenaikan BBM itu. "Kita cukup menunggu. Bagaimanapun kita mendukung kebijakan pemerintah yang ditetapkan," jelasnya.

Sudirman lebih suka kebijakan satu harga dibanding dual price. "Akan baik kalau satu harga, untuk mencegah penyimpangan," tutupnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%