Detik.com News
Detik.com

Selasa, 30/04/2013 13:15 WIB

Kronologi Bentrok di Musi Rawas Sumsel yang Tewaskan 4 Warga

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Aksi unjuk rasa menuntut pemekaran wilayah di Musi Rawas Sumatera Selatan, berakhir dengan bentrokan. Empat orang dinyatakan tewas dan enam polisi terluka. Berikut kronologi lengkap yang disampaikan Kadiv Humas Irjen Suhardi Alius.

Senin (29/4/2013)

Pukul 10.00 WIB
Unjukrasa diikuti lima ratusan orang dengan memblokir sebagian ruas Jalan Lintas Sumatera di Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit. Massa menuntut pemekaran wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara.

Pukul 11.00 WIB
Massa memblokir total Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) dengan mendirikan tenda-tenda. Kapolres AKBP Barly Ramadani mengimbau agar massa tidak memblokir jalan namun pengunjukrasa tidak mengindahkan imbauan tersebut.

Pukul 16.00 WIB
Kapolres bersama Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara, Sarkowi, mendatangi Redy (korlap unjukrasa). Mereka meminta agar para pengunjukrasa tidak menutup jalan Jalinsum.

"Mereka meminta gubernur dan Menteri Dalam Negeri untuk mendatangi mereka," kata Suhardi.

Pukul 16.10 WIB
Redy selanjutnya memerintahkan massa untuk mempersenjatai diri dengan senjata api rakitan dan senjata tajam untuk menghadapi upaya pembubaran oleh aparat kepolisian (Dalmas).Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%