detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 02:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 30/04/2013 11:52 WIB

Bersembunyi Tapi Muncul di YouTube, Susno Permalukan Polri

Ahmad Toriq - detikNews
Susno Duadji.
Jakarta - Bukannya mematuhi putusan hukum, Susno Duaji malah bersembunyi dan menyampaikan pembelaan melalui YouTube. Sebagai mantan Kabareskrim Mabes Polri, Susno telah mempermalukan Polri yang merupakan lembaga penegak hukum tempatnya pernah mengandi.

Demikian tanggapan Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, tentang manuver terakhir Susno Duadji. Ini disampaikannya kepada wartawan yang menemuinya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/4/2014).

"Apa yang disampaikan Pak Susno di YouTube, sebagai seorang jenderal bintang tiga yang tentu prestasi karirnya luar biasa, ini mempermalukan Polri yang merupakan institusinya sendiri," kata Pramono.

Sebagai seorang yang pernah mengabdi di Polri sudah pasti Susno Duadji sangat paham hukum. Namun aksinya berkelit dari eksekusi jaksa dengan alasan yang dicari-cari lalu menyembunyikan diri hingga memberi pernyataan di YouTube, jelas tindakan yang mempermaikan hukum.

"Ini mempertontonkan orang bisa semena-mena mempermainkan hukum, dalam kontek negara, kita dan pemerintah mendukung kejaksaan untuk mengeksekusi Susno. Sudah benar langkah Kejaksaan," ujarnya.

Susno hingga saat ini masih menjadi buronan kejaksaan. Di dalam penampilannya di situs sharing video YouTube yang diunggah petang kemarin, Susno memprotes eksekusi putusan 3,5 tahun penjara yang hendak dilakukan kejaksaan kepada dirinya.

Selain mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jabar dan Kapolri, Susno membantah menyembunyikan diri. Dia mengaku sedang berada di Jawa Barat yang merupakan daerah pemilihannya sebagai caleg dari parpol besutan Yusril Ihza Mahendra, PBB.
"Saya berada di daerah pemilihan saya. Di Dapil I Jabar. Jadi tidak benar kalau dibilang saya hilang tidak ada rimbanya, apalagi kalau dibilang saya melarikan diri," kata Susno dalam video di Youtube yang diunggah pada Senin (29/4/2013) sore itu.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(trq/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
81%
Kontra
19%