detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 10:12 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 30/04/2013 11:07 WIB

5.000 Prajurit TNI dan Polri Apel Pengamanan SBY-Boediono di Jawa Timur

Budi Sugiharto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: Pendam V/Brawijaya
Surabaya - Untuk pengamanan kunjungan negara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono di Jawa Timur pada 2-5 Mei, pasukan Kodam V/Brawijaya menggelar apel kesiapan pengamanan.

Apel pasukan pengamanan VVIP yang diikuti sekitar 5000 personel di Lapangan Makodam V/Brawijaya, dipimpin langsung Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo, Selasa (30/4/2013).

5.000 Pasukan yang apel kesiapan ini berasal dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU serta Polri. Dari TNI AD terdiri dari Satkowil (Satuan Komando Kewilayahan), Batalyon 516/CY, Batalyon Arhanudse-8 dan Kikavser.

Untuk pelaksanaan apel gelar pasukan pengamanan VVIP ini tidak hanya dilaksanakan di wilayah Surabaya tetapi dilaksanakan tersebar di wilayah lainnya yang akan dilalui oleh Presiden maupun Wakil Presiden.

Mayjen TNI Ediwan Prabowo menekankan prajurit harus merasa bangga dan senang serta terhormat karena dikunjungi oleh presiden dan wakil presiden yang dilakukan secara bersamaan.

"Keamanan, keselamatan, kenyamanan serta harga diri dan kehormatan lambang negara berada di tangan kita dan masyarakat Jawa Timur," terangnya dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Di samping itu ada beberapa hal menonjol yang disampaikan bintang jenderal dua ini antara lain keinginan presiden untuk merayakan hari buruh bersama seluruh buruh di wilayah Jawa Timur. Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(gik/gik)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close