Detik.com News
Detik.com

Senin, 29/04/2013 23:30 WIB

Perwira TNI AL yang Dicokok BNN Dikenal Sebagai Pemikir

Andri Haryanto - detikNews
Perwira TNI AL yang Dicokok BNN Dikenal Sebagai Pemikir
Jakarta - Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Semarang, Kolonel Antar Setiabudi, dicokok BNN karena terlibat penyalahgunaan narkotika. Kasus Antar membuat terkejut jajaran TNI. Sang perwira menengah sendiri dikenal sebagai sosok berprestasi dan salah pemikir di TNI AL.

"Sepengetahuan saya dia cukup baik. Dia dua tahun di bawah angkatan saya. Prestasinya bagus dan salah satu think tank di TNI AL, ahli pikir lah," kata Kadispenal Laksamana Pertama Untung Suropati, di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (29/4/2013).

Dari prestasi Antar, kata Untung, bisa dilihat dari posisi Komandan Pangkalan Angkatan Laut yang pernah dipimpin.

"Dia pernah dua kali menjadi Danlanal, pertama di Yogyakarta dan sekarang di Semarang. Di tempat sekarang baru dua tahun menjabat Danlanal," papar Untung.

Untung mengaku selama berada di BNN dirinya belum sempat bertemu dengan Anter. "Saya belum bertemu, dongkol juga saya gara-gara perbuatannya," gumamnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%