detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 08:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/04/2013 23:30 WIB

Perwira TNI AL yang Dicokok BNN Dikenal Sebagai Pemikir

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Semarang, Kolonel Antar Setiabudi, dicokok BNN karena terlibat penyalahgunaan narkotika. Kasus Antar membuat terkejut jajaran TNI. Sang perwira menengah sendiri dikenal sebagai sosok berprestasi dan salah pemikir di TNI AL.

"Sepengetahuan saya dia cukup baik. Dia dua tahun di bawah angkatan saya. Prestasinya bagus dan salah satu think tank di TNI AL, ahli pikir lah," kata Kadispenal Laksamana Pertama Untung Suropati, di Gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (29/4/2013).

Dari prestasi Antar, kata Untung, bisa dilihat dari posisi Komandan Pangkalan Angkatan Laut yang pernah dipimpin.

"Dia pernah dua kali menjadi Danlanal, pertama di Yogyakarta dan sekarang di Semarang. Di tempat sekarang baru dua tahun menjabat Danlanal," papar Untung.

Untung mengaku selama berada di BNN dirinya belum sempat bertemu dengan Anter. "Saya belum bertemu, dongkol juga saya gara-gara perbuatannya," gumamnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ahy/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%