detikcom
Senin, 29/04/2013 18:50 WIB

Perwira TNI yang Ditangkap BNN Berdinas di Pangkalan AL Semarang

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Seorang perwira berpangkat kolonel ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Semarang, karema diduga terlibat penyalahgunaan narkotika. Perwira tersebut rupanya Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Semarang.

"Komandan di Pangkalan Angkatan Laut," terang salah seorang sumber yang enggan menyebutkan namanya, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (29/4/2013).

Perwira berinisial AS itu tertangkap tangan tengah melakukan transaksi narkoba di sebuah hotel di Semarang Jawa Tengah.

Siang tadi, Komandan POMAL, Laksma Gunung Heru mendatangi BNN. Namun Gunung enggan menyebut kedatangannya itu terkait dengan kasus Danlanal Semarang Kolonel (Laut) Antar Setiabudi.

Dihubungi terpisah, Kadispenal Laksma Untung Suropati meminta waktu pihaknya berkoordinasi dengan BNN dan POMAL.

"Tolong beri waktu saya untuk koordinasi lebih lanjut dengan POMAL dan BNN. Hasilnya akan saya informasikan pada kesempatan pertama," ujar Untung melalui pesan singkatnya, Senin (29/4/2013).

Menurutnya, berdasarkan kebijakan KASAL, pihaknya tidak akan mentolerir bila ada perwiranya yang terlibat narkoba.

"Kebijakan Kasal, tidak akan pernah mentolerir sedikit pun anggotanya, apalagi perwira bermain dengan narkoba!" tegas Untung.

Rencananya, sore ini Kadispenal akan menggelar konferensi pers terkait kasus ini di Gedung BNN, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ahy/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%