detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 19:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/04/2013 18:15 WIB

Pria India Tewas Saat Coba Pecahkan Rekor Melintasi Sungai dengan Rambut

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Roy saat beraksi melintasi kawat di atas sungai (Asia One)
New Delhi - Mengenaskan! Seorang pria India tewas saat melakukan aksi pemecahan rekor dunia dengan melintasi kawat yang membentang di atas ketinggian sungai setempat. Pria ini menggunakan rambutnya untuk melintasi tali sepanjang 180 meter tersebut.

Aksi pria bernama Sailendra Nath Roy (49) ini disaksikan oleh banyak orang yang berkerumun di jembatan yang ada di Sungai Teesta, West Bengal. Insiden ini terjadi saat Roy berusaha mencatatkan dirinya dalam Guinness World Record pada Minggu (28/4) waktu setempat, seperti dilansir Asia One, Senin (29/4/2013).

Sedikit berbeda dengan aksi lainnya, Roy menggunakan rambutnya saat meniti kawat yang membentang di atas Sungai Teesta ini. Di India, Roy memang dikenal dengan rambutnya yang kuat. Pria yang juga seorang polisi ini pernah beraksi menarik kereta dan beberapa bus dengan menggunakan rambutnya.

Saat beraksi di atas Sungai Teesta, Roy sudah berhasil menempuh setengah perjalanan. Namun tiba-tiba, rambut Roy yang diikatkan pada kawat yang dibentangkan di atas sungai ini terjerat ke kawat dan dia tidak bisa bergerak.

Ratusan orang yang menyaksikan aksi ini yang awalnya bersorak menyemangatinya, berubah menjadi teriakan histeris. Mereka menyadari ada kesalahan dalam aksi Roy. Sekuat tenaga Roy berusaha bergerak ke depan dengan rambutnya yang terjerat pada kawat.

"Roy dengan panik berusaha meraih tali kedua untuk membantunya mencapai titik akhir, ujar polisi senior setempat, K Jayaraman.

Sekitar 20 menit kemudian, Roy tidak bergerak dan terlihat lemas. Sejumlah warga setempat pun memberanikan diri untuk menolongnya. Parahnya, tidak ada ambulans maupun paramedis saat aksi ini berlangsung.

Roy kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di Siliguri, yang berjarak 450 km dari lokasi. Nahas, Roy dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter. Menurut pemeriksaan dokter, Roy tewas akibat serangan jantung. Namun, autopsi post-mortem masih akan dilakukan hari ini untuk mencari tahu penyebab kematiannya.

Keluarga yang hadir menyaksikan langsung aksi Roy, tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya. Mereka mengaku bangga dengan kiprah Roy selama ini.

"Kita bangga dengan keberaniannya. Dia yakin untuk menang, tapi takdir telah merenggut nyawanya," ujar adik laki-laki Roy, Benoy.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
83%
Kontra
17%