detikcom
Senin, 29/04/2013 18:15 WIB

Pria India Tewas Saat Coba Pecahkan Rekor Melintasi Sungai dengan Rambut

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Roy saat beraksi melintasi kawat di atas sungai (Asia One)
New Delhi - Mengenaskan! Seorang pria India tewas saat melakukan aksi pemecahan rekor dunia dengan melintasi kawat yang membentang di atas ketinggian sungai setempat. Pria ini menggunakan rambutnya untuk melintasi tali sepanjang 180 meter tersebut.

Aksi pria bernama Sailendra Nath Roy (49) ini disaksikan oleh banyak orang yang berkerumun di jembatan yang ada di Sungai Teesta, West Bengal. Insiden ini terjadi saat Roy berusaha mencatatkan dirinya dalam Guinness World Record pada Minggu (28/4) waktu setempat, seperti dilansir Asia One, Senin (29/4/2013).

Sedikit berbeda dengan aksi lainnya, Roy menggunakan rambutnya saat meniti kawat yang membentang di atas Sungai Teesta ini. Di India, Roy memang dikenal dengan rambutnya yang kuat. Pria yang juga seorang polisi ini pernah beraksi menarik kereta dan beberapa bus dengan menggunakan rambutnya.

Saat beraksi di atas Sungai Teesta, Roy sudah berhasil menempuh setengah perjalanan. Namun tiba-tiba, rambut Roy yang diikatkan pada kawat yang dibentangkan di atas sungai ini terjerat ke kawat dan dia tidak bisa bergerak.

Ratusan orang yang menyaksikan aksi ini yang awalnya bersorak menyemangatinya, berubah menjadi teriakan histeris. Mereka menyadari ada kesalahan dalam aksi Roy. Sekuat tenaga Roy berusaha bergerak ke depan dengan rambutnya yang terjerat pada kawat.

"Roy dengan panik berusaha meraih tali kedua untuk membantunya mencapai titik akhir, ujar polisi senior setempat, K Jayaraman.

Sekitar 20 menit kemudian, Roy tidak bergerak dan terlihat lemas. Sejumlah warga setempat pun memberanikan diri untuk menolongnya. Parahnya, tidak ada ambulans maupun paramedis saat aksi ini berlangsung.

Roy kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di Siliguri, yang berjarak 450 km dari lokasi. Nahas, Roy dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter. Menurut pemeriksaan dokter, Roy tewas akibat serangan jantung. Namun, autopsi post-mortem masih akan dilakukan hari ini untuk mencari tahu penyebab kematiannya.

Keluarga yang hadir menyaksikan langsung aksi Roy, tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya. Mereka mengaku bangga dengan kiprah Roy selama ini.

"Kita bangga dengan keberaniannya. Dia yakin untuk menang, tapi takdir telah merenggut nyawanya," ujar adik laki-laki Roy, Benoy.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%