Detik.com News
Detik.com

Senin, 29/04/2013 16:20 WIB

Lokasi Kecelakaan Uje Ramai, Ada yang Doa Maupun Ambil Serpihan Moge

Rini Friastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Lokasi Kecelakaan Uje Ramai, Ada yang Doa Maupun Ambil Serpihan Moge Peziarah Uje (Rini/ detikcom)
Jakarta - Almarhum Ustad Jeffry Al-Buchory memang telah meninggalkan kita semua. Tetapi kepopuleran Uje, panggilan akrab sang ustad, masih melekat di benak masyarakat Indonesia.

Hal itu terbukti dengan membanjirnya para peziarah yang mendatangi Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Di sana mereka membawa bunga dan berdoa untuk ustad gaul yang digemari Ibu-ibu tersebut.

"Ya, saya sekeluarga datang kesini untuk mendoakan Uje, semoga diberi surga oleh Allah," ujar Sulastri, warga ciputat kepada detikcom, Senin (29/4/2013).

Sulastri yang datang bersama keluarganya tersebut mengaku penggemar Uje. Begitu mendengar kabar Uje telah tiada dia sempat menangis.

"Ya nggak percaya, padahahl masih muda, ganteng, dakwahnya mengena sekali di hati masyarakat," kata wanita 35 tahun tersebut.

Hal serupa juga dilakukan oleh Ujang (45) yang datang bersama istri dan anaknya. Selain untuk berdoa, dia juga penasaran untuk mengetahui tempat dimana Uje mengalami kecelakaan.

"Ini memang jalur kerja saya, ya sekalian berdoa, supaya Almarhum diberikan ketenangan," kata Ujang.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rni/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%