detikcom
Senin, 29/04/2013 15:19 WIB

Kisah-kisah Memilukan Para Korban Ambruknya Rana Plaza

Rita Uli Hutapea - detikNews
Halaman 1 dari 2
foto: Reuters
Dhaka, - Hampir 400 orang tewas dalam musibah ambruknya gedung bertingkat delapan, Rana Plaza di pinggiran Dhaka, Bangladesh. Berbagai kisah memilukan terjadi selama proses pencarian para korban.

Pada akhir pekan lalu, tim penyelamat menemukan sebuah tangan yang menjulur ke luar di antara puing-puing bangunan. Dalam genggaman tangan itu terdapat secarik kertas yang lecek.

"Untuk ayah dan ibu," demikian bunyi tulisan di kertas tersebut. "Maafkan aku karena aku tak bisa lagi membelikan obat kalian. Untuk adikku, tolong rawat orangtua kita," demikian bunyinya. Di surat tersebut juga tercantum nama desa korban. "Tolong kirimkan jasad saya ke sana," demikian ditulis korban yang telah meninggal itu seperti dilansir News.com.au, Senin (29/4/2013).

Saat tubuhnya berhasil dikeluarkan petugas dari puing-puing bangunan, pria yang tidak disebutkan namanya itu telah tak bernyawa.

Selain itu, para petugas penyelamat juga menemukan dua jasad yang telah dipenuhi debu dari reruntuhan bangunan. Kedua jasad tersebut adalah seorang pria dan seorang wanita yang tampak sedang berpelukan. Diyakini keduanya masih hidup saat Rana Plaza ambruk pada Rabu, 24 April lalu, namun mereka terperangkap di bawah reruntuhan bangunan dan akhirnya meninggal karena tak kunjung diselamatkan.

Pemandangan mengerikan juga dialami seorang reporter bernama Khan. Reporter media setempat itu menemukan seorang pria yang sebagian tubuhnya tertimpa potongan beton yang berat. Tubuh pria tersebut tertimpa beton berat itu mulai dari pinggang ke bawah.

"Tolong saya, tolong saya!" serunya ketika melihat kilatan kamera para jurnalis. Namun para jurnalis itu dan juga petugas penyelamat tak bisa berbuat apa-apa. Lempeng beton itu terlalu berat untuk diangkat secara manual. Selama tiga hari pria itu terus memohon agar dirinya diselamatkan. Namun orang-orang tak bisa berbuat banyak. "Beton itu terlalu berat untuk diangkat dari tubuhnya," kata Khan. Pria itu pun akhirnya menghembuskan nafas terakhir.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%