Senin, 29/04/2013 14:30 WIB

Lebih Tegas di Terminal 2, Mobil Soluna Digembok karena Asal Parkir

Syarifah Nur Aida - detikNews
Halaman 1 dari 2
Soluna yang digembok (Syarifah/ detikcom)
Jakarta - Area pelataran Bandara Soekarno Hatta seharusnya bebas dari mobil yang parkir. Jika ada mobil yang melanggar, petugas tak segan menggembok ban mobil.

"Sebenarnya toleransi tidak ada, cuma ada kebijakan saja, 3 menit kalau tidak dipindah mobilnya, kita gembok," ujar Nadi Sugianto, satpam Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Senin (29/4/2013).

Dalam sehari, Nadi bersama anak buahnya bisa menggembok dua hingga tiga mobil yang parkir sembarangan. Pengendara mobil lalu dibawa ke otoritas keamanan bandara.

"Pengendara diarahkan ke Polantas Bandara, dikasih surat tilang, baru dibuka gemboknya," tegas Nadi.

Biasanya, pengendara beralasan diburu waktu sehingga harus parkir di area terlarang. Parkir jauh dan tak melihat tanda dilarang parkir juga menjadi alasan favorit.

Sasongko, juga beralasan sedang terburu-buru. Mobil sedan yang dikendarainya digembok Nadi.

"Saya buru-buru mau mengantar keluarga, cuma sebentar kok," kata Sasongko pada detikcom.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
63%
Kontra
37%