detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/04/2013 14:30 WIB

Lebih Tegas di Terminal 2, Mobil Soluna Digembok karena Asal Parkir

Syarifah Nur Aida - detikNews
Halaman 1 dari 2
Soluna yang digembok (Syarifah/ detikcom)
Jakarta - Area pelataran Bandara Soekarno Hatta seharusnya bebas dari mobil yang parkir. Jika ada mobil yang melanggar, petugas tak segan menggembok ban mobil.

"Sebenarnya toleransi tidak ada, cuma ada kebijakan saja, 3 menit kalau tidak dipindah mobilnya, kita gembok," ujar Nadi Sugianto, satpam Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Senin (29/4/2013).

Dalam sehari, Nadi bersama anak buahnya bisa menggembok dua hingga tiga mobil yang parkir sembarangan. Pengendara mobil lalu dibawa ke otoritas keamanan bandara.

"Pengendara diarahkan ke Polantas Bandara, dikasih surat tilang, baru dibuka gemboknya," tegas Nadi.

Biasanya, pengendara beralasan diburu waktu sehingga harus parkir di area terlarang. Parkir jauh dan tak melihat tanda dilarang parkir juga menjadi alasan favorit.

Sasongko, juga beralasan sedang terburu-buru. Mobil sedan yang dikendarainya digembok Nadi.

"Saya buru-buru mau mengantar keluarga, cuma sebentar kok," kata Sasongko pada detikcom.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(gah/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%