detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 22:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 29/04/2013 13:32 WIB

Perempuan Muda Bertato 'Ratih' Ditemukan Tewas di Kantong Plastik

Robert - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Samarinda - Mayat wanita tanpa identitas di dalam kantong sampah plastik ditemukan di jalan masuk Perumahan Keledang Mas, Jl Bung Tomo, Kecamatan Samarinda Seberang, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (29/4/2013). Di sekujur tubuhnya, terdapat luka diduga akibat penganiayaan.

Penemuan itu berawal dari kecurigaan warga yang melihat adanya kantong sampah plastik berukuran jumbo di pinggir jalan masuk perumahan Keledang Mas, sekitar pukul 07.00 WITA. Setelah dibuka, kantong plastik itu berisi mayat wanita yang masih berbusana. Warga pun dilaporkan ke kepolisian.

"Kantong plastik berukuran jumbo, dikira sampah biasa. Ternyata setelah dicek, mayat perempuan dan bikin heboh warga," kata warga Keledang, Malik, kepada detikcom, Senin (29/4/2013).

Usai menerima laporan masyarakat, Unit Reskrim Polsekta Samarinda Seberang disusul Polresta Samarinda, mendatangi lokasi. Petugas memeriksa mayat.

"Darahnya terlihat masih segar," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Feby DP Hutagalung.

Menurut Feby, dari visum sementara, mayat tersebut diperkirakan berusia sekitar 30 tahun, dengan luka dalam cukup serius di bagian belakang kepala. Selain di kepala, juga terdapat luka lebam di lengan, pundak dan perut.

"Juga ada tato di sebagian tubuh korban. Belum ada warga yang mengetahui identitas korban apakah warga Samarinda Seberang atau bukan. Hanya saja, ada tato bertuliskan Ratih. Kita duga, korban bernama Ratih," ujar Feby.

Jasad dibawa ke RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda. Tim medis masih menunggu menunggu dokter forensik untuk melakukan autopsi.

Dijelaskan Feby, kepolisian sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dua warga yang menemukan mayat telah dimintai keterangan oleh penyidik Satuan Reskrim Polresta Samarinda.

"Sekarang kita masih menyelidiki identitas korban, sekaligus menyelidiki penyebab kematiannya," tutupnya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(try/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%