detikcom
Senin, 29/04/2013 11:26 WIB

BNN Bekuk Perwira TNI yang Diduga Terkait Transaksi Narkoba di Jateng

Andri Haryanto - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Jakarta - Satu lagi bukti kejahatan narkotika yang tidak pandang bulu, jabatan, atau kepangkatan. Seorang perwira menengah di TNI berpangkat kolonel tertangkap tangan oleh tim BNN saat akan bertransaksi dan mengkonsumsi narkoba.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, perwira tersebut berinisial AS, menjabat di salah satu kesatuan di wilayah Jawa Tengah.

"Yang bersangkutan tertangkap tangan sedang menggunakan narkotika jenis sabu di kamar hotel," kata salah seorang petugas BNN saat dikonfirmasi, Senin (29/4/2013).

Menurut sumber yang enggan menyebutkan namanya itu, mulanya petugas tengah menyasar bandar narkoba yang sudah masuk lingkaran target BNN dan biasa beroperasi di wilayah tersebut.

"Sedang menyasar pengedar, saat transaksi ternyata yang beli oknum tersebut," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny J Mamoto belum memberikan konfirmasi resmi terkait hasil operasi tersebut.


(ahy/try)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
70%
Kontra
30%