Senin, 29/04/2013 11:26 WIB

BNN Bekuk Perwira TNI yang Diduga Terkait Transaksi Narkoba di Jateng

Andri Haryanto - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Jakarta - Satu lagi bukti kejahatan narkotika yang tidak pandang bulu, jabatan, atau kepangkatan. Seorang perwira menengah di TNI berpangkat kolonel tertangkap tangan oleh tim BNN saat akan bertransaksi dan mengkonsumsi narkoba.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, perwira tersebut berinisial AS, menjabat di salah satu kesatuan di wilayah Jawa Tengah.

"Yang bersangkutan tertangkap tangan sedang menggunakan narkotika jenis sabu di kamar hotel," kata salah seorang petugas BNN saat dikonfirmasi, Senin (29/4/2013).

Menurut sumber yang enggan menyebutkan namanya itu, mulanya petugas tengah menyasar bandar narkoba yang sudah masuk lingkaran target BNN dan biasa beroperasi di wilayah tersebut.

"Sedang menyasar pengedar, saat transaksi ternyata yang beli oknum tersebut," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny J Mamoto belum memberikan konfirmasi resmi terkait hasil operasi tersebut.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%