Minggu, 28/04/2013 22:34 WIB

Banjir Bandang di Mandailing Natal Sumut, 810 Warga Mengungsi

M Iqbal - detikNews
Foto: (ilustrasi/detikcom)
Jakarta - Bencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Panyabungan Kota, Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) menimpa 12 desa. Akibatnya 810 orang warga terpaksa mengungsi.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (28/4/2013), banjir terjadi pada pukul 18.30 WIB. Banjir bandang terjadi akibat meluapnya Sungai (Aek) Mata dan Aek Ranto sehingga menyebabkan 12 desa terdampak langsung dari banjir bandang tersebut.

12 Desa yang terkena bencana adalah Desa Panyabungan 3, Desa Pasar Hilir, Desa Panyabungan 1, Desa Kayujati, Desa Sigalapang Julu, Desa Kampung Padang, Desa Panyabungan Julu, Desa Panyabungan Tonga, Desa Panyabungan Jae, Desa Adian Jior, Desa Gunung Manaon, dan Desa Pagaran Tonga.

"Data sementara dampak bencana terdapat 6 orang luka berat, 4 orang luka ringan, dan 810 orang mengungsi. Dilaporkan beberapa rumah hanyut," kata Sutopo dalam keterangannya, Minggu (28/4/2013).

Saat ini BPBD Mandailing Natal bersama aparat lain dari TNI, Polri, Tagana, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi dan penanganan bencana. Sementara proses pendataan masih dilakukan.

"Saat ini kondisi cuaca masih hujan dan gelap sehingga menyulitkan petugas melakukan evakuasi dan pendataan," ungkapnya.

Lebih jauh ia menuturkan, wilayah Mandailing Natal sebelumnya beberapa kali telah terjadi banjir bandang seperti pada 14 Februari 2013, yang menyebabkan jatuh korban jiwa dan kerusakan rumah serta infrastruktur.

"Kondisi topografi yang pegunungan, rumah yang berada di bantaran sungai dan kerusakan daerah aliran sungai menjadi salah satu faktor rentannya daerah tersebut terjadi banjir bandang," kata Sutopo.





Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(iqb/trq)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%