Detik.com News
Detik.com
Minggu, 28/04/2013 18:55 WIB

Angkot Tabrak 2 Pohon, 3 Penumpangnya Tewas

Feri Fernandes - detikNews
Angkot Tabrak 2 Pohon, 3 Penumpangnya Tewas
Lhokseumawe, - Sebuah mobil angkutan umum menabrak dua batang pohon di Jl Medeka Barat, Lhokseumawe, Aceh. Akibat kecelakaan siang hari ini, tiga orang penumpang tewas dan si pengemudi mengalami luka parah.

Tiga korban tewas diketahui atas nama Arsila (12), warga Desa Komplek Mutiara Indah, Alue Awe, Marzuki Ismail ( 51) warga Samalangga, Bireuen dan Mustafa (35) warga Geudong, Aceh Utara. Pengemudi angkot nopol BL 1963 NB adalah Edi Munandar (37) warga Bayu Aceh Utara.

Menurut saksi mata, Agus Bachtiar, penumpang yang tewas ditemukan di kabin depan satu orang dan dua lainnya ada di belakang. Sebelum menabrak pohon, mobil angkot melaju kencang dari arah terminal menuju kota.

"Saat menghindar motor didepannya, mobil tiba tiba oleng ke kiiri dan langsung menabrak dua pohon di pinggir jalan," kata Agus.

Kecelakan itu juga menyebabkan kemacetan lalu lintas hampir satu jam dari Simpang Selat Malaka, Cunda sampai Simpang Asmi yang merupakan jalur masuk ke kawasan pusat kota Lhokseumawe.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(lh/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%