Minggu, 28/04/2013 11:35 WIB

Survei LKP: Golkar & PDIP Bersaing, PBB & PKPI 'Lenyap' Tak Lolos PT

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Jakarta - Lembaga survei yang menamakan dirinya Lembaga Klimatologi Politik (LKP) melakukan survei elektabilitas parpol. Golkar dan PDIP bersaing sengit, sementara PBB dan PKPI diprediksi 'lenyap' di Pemilu 2014.

Berdasarkan survei LKP yang dipublikasikan oleh CEO Usman Rachman di Ruang Singgasana Hall E lantai 2 Hotel Grand Kemang, Jl Matraman Raya, Jakarta, Minggu (28/4/2013), Partai Golkar meraih 19,2 persen suara jika Pemilu digelar saat ini. PDI Perjuangan menguntit di urutan dua dengan perolehan 18,8 persen suara. Partai Gerindra muncul sebagai kuda hitam dengan 10,5 persen suara, menempati urutan ketiga.

Sementara dengan raihan di bawah 3,5 persen, dua partai yakni PBB dan PKPI diprediksi tak lolos Parliamentary Threshold. Sehingga PBB yang disokong Yusril Ihza Mahendra dan PKPI yang disokong oleh Sutiyoso tak masuk di DPR. PBB hanya meraih 0,9 persen sementara PKPI 0,3 persen suara.

Survei ini dilakukan tanggal 20-30 Maret 2013 di 33 provinsi dengan mengambil sampel 1.225 orang responden melalui teknik multi stage random sampling. Dengan margin of error sekitar 2,8% dan level of convidence 95%. Teknik pengumpulan data wawancara tatap muka dengan dengan responden dibantu kuesioner.

Berikut elektabilitas parpol jika Pemilu Legislatif digelar hari ini:

Partai Golkar: 19,2 persen
PDIP: 18,8 persen
Partai Gerindra: 10,5 persen
Partai Hanura: 8,1 persen
Partai Demokrat: 7,8 persen
Partai NasDem: 6,3 persen
PKS: 5,1 persen
PAN: 4,6 persen
PKB: 4,4 persen
PPP: 3,9 persen
PBB: 0,9 persen
PKPI 0,3 persen
Tidak tahu: 10,1 persen


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%