Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 27/04/2013 23:29 WIB

Merampok BRI Kampar, Oknum Polisi Mengaku untuk Biaya Pengobatan Ibunya

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Merampok BRI Kampar, Oknum Polisi Mengaku untuk Biaya Pengobatan Ibunya
Pekanbaru, - Anggota Polair Polda Riau melakukan aksi perampokan di BRI di Kecamatan Tapung, Kab Kampar Riau. Dia memberikan alibi, melakukan hal itu untuk biaya berobat ibunya.

Demikian penjelasan Kabid Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah kepada wartawan, Sabtu (26/4/2013) di Mapolda Riau di Pekanbaru. Menurut Hermanyah, kini pelaku tengah dirawat di RS Santa Maria Pekanbaru karenaa mengalami luka tembah serta menjadi korban pengeroyokan massa.

"Tersangka mengaku melakukan hal itu untuk dana berobat ibunya. Tapikan itu hanya alasannya saja," kata Hermansyah.

Menurut Hermansyah, tersangka Briptu FS ini tetap akan menjalani sidang kode etik dan pengailan umum. Dia terancam akan dikeluarkan dari anggota Polri.

"Hukuman internalnya terancam dipecat," kata Hermansyah.

Pihak Polda Riau dalam kasus ini mengklaim pelaku perampokan ini hanya dilakukan sendiri. Satu sisi sejumlah informasi menyebutkan, pelaku perampokan masih ada 2 orang lainnya yang diduga juga oknum polisi.

Namun kabar itu dibantah Kabid Humas Polda Riau. "Pelaku hanya satu orang saja," katanya.

Dalam aksi perampokan ini, pelaku gagal mengambil uang dibrankas BRI di Kec Tapung, Kab Kampar. Pelaku dengan buru-buru meninggalkan BRI karena massa mulai berkumpul. Pelaku yang menenteng senjata laras panjang itu tancap gas dengan mobil Xenia menuju Pekanbaru.

Dia pun diburu warga dan polisi. Mengetahui warga meneriaki perampok, truk mobil yang melintas di jalan itu lantas melintangkan kendaraannya. Mengindari tabrakan, mobil pelaku terjatuh ke dalam parit dipinggir badan jalan. Saat itulah, warga pun mengeroyoknya. Polisi yang bertugaspun memberikan timah panas dibagian kakinya.

Sedangkan anggota polisi ada yang terluka serius akibat kepalanya dipukul dengan laras panjang. Kepala anggota polisi yang sempat melakukan perlawanan di dalam BRI itu terluka parah. Korban anggota polisi ini sempat dirujuk di RS Eka Hospital. Belakangaan dirujuk ke RS Polda Riau, karena tingginya biaya operasi di RS Eka Hospital. Keterbatasan dana, membuat anggota polisi ini dirujuk ke RS Polda Riau.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(cha/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%