Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 27/04/2013 15:23 WIB

Hari ke-194 Jokowi

Disentil Jokowi, Kolong Jembatan dan Tol di Jakarta Mulai Dicat

Sukma Indah Permana - detikNews
Disentil Jokowi, Kolong Jembatan dan Tol di Jakarta Mulai Dicat
Jakarta - Gubernur DKI, Joko Widodo sempat menyentil kolong-kolong jembatan tol yang hitam karena asap kendaraan dan berdebu. Tak perlu menunggu lama, saat ini pekerja sudah bergerak di beberapa kolong di Jakarta.

"Sekarang ini di Kolongan Gatot Subroto, dan Tol Semanggi. Jalan tol mulai hari ini. Yang Gatot Subroto mulainya sudah kemarin Selasa (23/4) kemarin, target kami 2 Minggu selesai," ujar salah satu pekerja di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/2013).

Dodo mengatakan total pekerja saat ini ada 40 orang. Sebelumnya mereka telah mengerjakan Kolong Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat pada Maret lalu.

"Kalau (pengecatan Jalan Gatoto Subroto dan Tol Semanggi) sudah selesai nanti kita rencananya ngecat Tol Grogol, tapi kami belum dikasih tahu targetnya berapa lama," kata Dodo.

Belum lama ini Jokowi menyoroti fasilitas umum di Jakarta yang tidak pernah dipelihara. Hal ini menurutnya sangat mengganggu keindahan ibu kota.

"Jembatan juga sudah 10 tahun nggak diperbaiki. Jalan tol nggak dicat sampai item," sentil Jokowi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(sip/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%